Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Guru-Nakes Patungan Biaya Transport, Sebulan Sisihkan Rp 300 Ribu untuk Menyebrang ke Mandangin

Amin Basiri • Rabu, 26 November 2025 | 22:51 WIB
ABDI NEGARA: Sejumlah guru dan nakes menaiki kapal untuk menyebrang ke Pulau Mandangin, Sampang, Senin (24/11).
ABDI NEGARA: Sejumlah guru dan nakes menaiki kapal untuk menyebrang ke Pulau Mandangin, Sampang, Senin (24/11).

SAMPANG, RadarMadura.id – Guru dan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di pulau Mandangin harus menyisihkan uang sebesar Rp 300 ribu setiap bulan.

Uang itu digunakan untuk biaya transportasi penyembarangan. Mereka patungan agar bisa menyewa kapal. 

Kepala Puskesmas Mandangin Rina Dewiyanti mengatakan, dirinya hampir setiap hari menyebrang ke Pulau Mandangan untuk melaksanakan tugas.

Dia menyiapkan uang RP 300 ribu setiap bulan untuk ongkos sewa kapal. Dia patungan bersama nakes yang lain dan guru.

Dia bersyukur jika pemerintah memperhatikan transportasi nakes dan guru yang bertugas di pulau Mandangin.

”Tentunya itu akan sangat membantu dan meringankan bagi kami,” katanya.

Tranportasi nakes dan guru itu mendapat sorotan dari Komisi IV DPRD Sampang.

Ketua Komisi Mahfud meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memperhatikan transportasi guru dan nakes yang mengabdikan diri di Pulau Mandangin.

Sebab, transportasi laut menjadi problem guru yang mengajar di kepulauan.

Menurutnya, guru dan nakes pulang pergi (PP) Pulau Mandangin.

”Sebulan setiap guru maupun nakes harus mengeluarkan uang mandiri sebesar Rp 300 ribu untuk jasa transportasi laut,” ujarnya.

Mahfud mewanti-wanti Pemkab Sampang agar lebih memperhatikan kesejahteraan guru dan nakes di Pulau Mandangin.

Dia mengusulkan agar mereka mendapat tunjangan transportasi sehingga bisa meringankan biaya transportasi mereka.

”Sebelumnya sempat diusulkan agar disediakan speed boat. Tapi anggaran operasionalnya besar, tetap butuh subsidi,” tukasnya. (bai/bil)

Editor : Amin Basiri