Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Empat Busana Adat Diusulkan WBTB

Amin Basiri • Jumat, 21 November 2025 | 20:44 WIB
PENINGGALAN: Warga saat berada di sekitar Makam Rato Ebuh Sampang, Minggu (23/3).
PENINGGALAN: Warga saat berada di sekitar Makam Rato Ebuh Sampang, Minggu (23/3).

SAMPANG, RadarMadura.id – Warisan budaya tak benda (WBTB) di Kabupaten Sampang minim. Sejauh ini, baru dua objek yang ditetapkan WBTB.

Karena itu, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang mengusulkan empat budaya adat sebagai WBTB.

Kabid Kebudayaan Disporabudpar Sampang Abdul Basith menyampaikan, selama ini warisan budaya yang ditetapkan WBTB baru dua.

Yakni Depot Kaldu Al-Ghozali dan bahasa Madura.

Dia mengutarakan, pihaknya memiliki 50 benda budaya. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar bisa ditetapkan WBTB.

Basith mengaku kesulitan untuk memenuhi syarat tersebut.

Sebab, selain harus ada kajian ilmiah, benda budaya itu harus ada yang merawatnya.

”Terkadang maestronya ada, tapi kajian ilmiahnya belum dibuat, tuturnya.

Basith mengungkapkan, tahun ini objek budaya yang siap diajukan ke WBTB adalah busana adat.

Yakni pakaian Cakraningrat, Mangkubumi, Mager Sareh, dan Pongkebeh. Saat ini usulan tersebut proses verifikasi.

”Kami sedang garap proses pembuatan video pembuatan busananya, ungkapnya.

Dia menjelaskan, proses pembuatan video dilakukan di Solo.

Sebab, untuk menghasilkan karya busana yang indah, perlu perajin yang profesional.

Sejauh ini di Kabupaten Sampang belum ada perajin yang memenuhi syarat.

”Seperti busana Cakraningrat (videonya) di Solo, itu tidak jadi masalah. Yang penting pakem dari kami, pungkasnya. (ay/bil)

Editor : Amin Basiri