pasar
SAMPANG, RadarMadura.id – Target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar masih rendah.
Hingga sekarang, capaian retribusi pasar di bawah 50 persen.
Diskopindag Sampang pesimis PAD pasar tersebut tak capai target.
Kabid Pengelolaan Pasar Diskopindag Sampang Subairi menyampaikan, rendahnya capaian PAD pasar disebabkan banyak faktor.
Di antaranya, pedagang tidak taat bayar retribusi. Faktor lain, pengunjung pasar semakin berkurang.
Dia mencontohkan, kondisi pasar hewan sepi karena mnerebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK).
Dia mengungkapkan, capaian PAD yang terkumpul hingga Oktober yakni 45,8 persen atau Rp 2,7 miliar dari target Rp 6 miliar.
PAD tersebut dipungut dari 28 pasar se-Kabupaten Sampang. Memang masih rendah karena sebagian pedagang enggan membayar (retribusi), tuturnya.
Subairi berjanji akan memaksimalkan sisa waktu tahun anggaran untuk memungut PAD pasar.
Pihaknya akan meminta koordinator setiap pasar untuk menggenjot penarikan retribusi sehingga bisa menyumbang PAD lebih tinggi dari tahun lalu.
”Jika untuk mencapai target rasanya sulit. Tapi jika lebih besar dari tahun kemarin insyaallah kami optimis, ungkapnya.
Baca Juga: Pagu Anggaran UHC 2026 Belum Ditentukan
Koordinator Pasar Rongtengah Sukandar menyampaikan, pihaknya dibebankan target PAD sekitar Rp 102 juta.
Hingga sekarang baru terealisasi Rp 73 juta. Dirinya optimistis bisa memenuhi target PAD tersebut.
”Catatan kami, ada 10 pedagang belum lunas dan sebagian pedagang ada yang menyicil. Kami tetap melakukan penarikan agar bisa mencapai target, tandasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri