SAMPANG, RadarMadura.id – Stok pupuk urea di Kabupaten Sampang diprediksi kurang menjelang masa tanam (MT) satu.
Karena itu, Disperta KP Sampang meminta tambahan kuota ke Pupuk Indonesia.
Kepala Disperta KP Sampang Suyono menyampaikan, tahun ini pihaknya mengusulkan 45.000 ton pupuk urea.
Namun yang dipenuhi 22.956 ton. Pada September, pihaknya mengajukan realokasi sehingga jatah pupuk berkurang menjadi 17.219 ton.
Begitu juga dengan alokasi NPK. Disperta KP Sampang mendapat alokasi 20.108 ton NPK.
Tapi diusulkan dikurangi sehingga menjadi 15.108 ton. Saat ini, pupuk urea terserap 73 persen dan NPK terserap 51 persen.
”Itu sudah realokasi untuk jatah yang terserap per September, katanya, kemarin (10/11).
Karena itu, pihaknya meminta tambahan jatah pupuk untuk MT satu sekitar 2.167 ton.
Stok urea tidak cukup. Kekurangannya sekitar 1.500 ton, tapi kami ajukan 2000-an ton, ujarnya.
Sebaliknya, Suyono mengajukan pengurangan jatah pupuk NPK sekitar 1.500 ton.
Sebab, serapan pupuk NKP diprediksi rendah. Menurutnya, petani lebih banyak membutuhkan urea karena lebih cocok untuk tanaman padi dan jagung.
”Pengurangan ini berdasarkan kebutuhan petani. Mereka membutuhkan urea fokus untuk komoditas padi dan jagung, tuturnya.
Baca Juga: Bantuan Langsung Masuk Rekening Penerima, Dinsos PPPA Sampang Segera Salurkan BLT DBHCHT
Menurut pria asal Banyuwangi itu, stok pupuk dinilai masih cukup hingga akhir November.
Usulan tambahan kota pupuk disiapkan untuk masa tanam Desember.
”Insya Allah minggu ini sudah ada kabar. Pupuk Indonesia sudah siapkan barangnya, jelasnya.
Account Executive (AE) PT Pupuk Indonesia Wilayah Madura Sigit Cahyono menyampaikan, penyaluran pupuk merujuk pada alokasi yang telah ditetapkan.
Sementara, untuk usulan perubahan jatah instansinya masih belum menerima.
Untuk alokasi terbaru kami belum mendapatkan. Cuma jika ada kekurangan atau kelebihan stok kami intens komunikasi dengan dinas terkait dan stok sementara kami pastikan aman, jelasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri