Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ribuan Peserta JKN Dinonaktifkan, Pendapatan Puskesmas Robatal Terancam Tak Capai Target

Hendriyanto • Jumat, 17 Oktober 2025 | 21:03 WIB

Ilustrasi pelayanan kesehatan dilakukan oleh dokter.
Ilustrasi pelayanan kesehatan dilakukan oleh dokter.

SAMPANG, RadarMadura.id - Puskesmas Robatal, Sampang dibebankan target pendapatan Rp 7,3 miliar. Sementara capaiannya rendah. Buktinya, hingga akhir September baru Rp 3 miliar atau 60 persen. Capaian tersebut menjadi yang terendah dibandingkan puskesmas yang lain.

Pendapatan Puskesmas Robatal terancam tak mencapai target karena pendapatan dari dana kapitasi berkurang. Itu terjadi karena ribuan peserta BPJS di wilayah kerja Puskesmas Robatal dinonaktifkan.

Pembina Puskesmas Robatal Nurul Sarifah mengatakan, Dinkes KB Sampang sudah melakukan evaluasi terhadap capaian pendapatan dan belanja semua puskesmas. Itu dilakukan untuk mengetahui progres realisasi program yang dilaksanakan puskesmas.

Dia tak menampik capaian pendapatan Puskesmas Robatal rendah. Pemicunya disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) di Puskesmas Robatal dinonaktifkan.

"Pendapatan turun karena sebanyak empat ribu peserta JKN dinonaktifkan," kata perempuan yang juga menjabat Kabid Yankes Dinkes KB Sampang itu.

Baca Juga: Dewan Belejeti Anggaran Puskesmas, Tegur Kapus karena Serapan Belanja dan Pendapatan Rendah

Faktor lainnya, lanjut Nurul, klaim rawat inap di-pending selama dua bulan. Masalah ini juga memengaruhi terhadap capaian pendapatan puskesmas. Dia juga menilai jika target Rp 7,3 miliar terlalu tinggi.
"Itu yang disampaikan kepala puskesmas kepada kami," ujarnya.

Serapan belanja Puskesmas Robatal juga rendah. Anggaran yang terserap baru mencapai 45 persen atau Rp 3,6 miliar hingga akhir September. Sementara target belanja mencapai Rp 8 miliar. Nurul berdalih, banyak program yang sudah dilaksanakan oleh Puskesmas Robatal.

Tapi, surat pertanggungjawaban (SPj) belum selesai. Jika SPj belum tuntas, maka tidak masuk dalam rekap laporan. Meski begitu, dia berjanji akan meningkatkan pembinaan dan pengawasan terkait realisasi kegiatan di Puskesmas Robatal. Apalagi, sisa tahun anggaran semakin mepet.

'Ke depannya, kami akan tingkatkan pembinaan dan pengawasan," janjinya.

Baca Juga: Didakwa Dua Pasal, Terdakwa Pembunuhan di Robatal Enggan Ajukan Eksepsi

Kepala Puskesmas Robatal Beny Irawan tidak menjawab saat ditanya terkait rendahnya capaian pendapatan dan belanja.

Dia tidak merasa jika capaiannya paling rendah jika dibanding puskesmas yang lain. Pria yang berprofesi sebagai dokter itu juga tidak mau saat hendak diwawancara. (bil)

Editor : Hendriyanto
#jkn #sampang #bpjs kesehatan #Puskesmas Robatal