SAMPANG, RadarMadura.id – Kinerja Polres Sampang mendapat sorotan publik. Utamanya, dalam mengungkap kasus penyelundupan pupuk subsidi sebesar 9,6 ton di wilayah Kecamatan Karang Penang. Korps Bhayangkara dinilai tidak serius dalam menangani kasus tersebut.
Kritik itu disampaikan Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Sampang (Bemsa) Iftihatul Helmi.
Alasannya, hingga sekarang polisi hanya berhasil meringkus sopir yang membawa truk. Sementara dua pelaku utama yang disebut dalam dakwaan terlibat kasus penyelundupan pupuk belum ditangkap.
Pertama, Agus Abdullah alias Dulla, warga Desa Karang Penang Oloh, Kecamatan Karang Penang, Sampang.
Kedua, Muhammad Holilur Rahman yang merupakan pemilik Toko Ar-Rahmah asal Madiun. Mereka hanya dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).
Pria yang kerap disapa Elmi itu mengaku prihatin dan kecewa terhadap kinerja Polres Sampang. Menurutnya, polisi terkesan tidak punya nyali untuk menuntaskan kasus penyelundupan pupuk bersubsidi tersebut sampai ke akarnya.
”Padahal, berdasarkan surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) sudah jelas, masih ada dua pelaku utama yang sampai sekarang ditetapkan sebagai DPO,” tuturnya.
Dia mempertanyakan keseriusan Polres Sampang dalam mengejar dua DPO tersebut. Sebab, infromasi yang beredar, pelaku Dulla sedang ada di rumahnya.
”Ini perlu dipertanyakan komitmen dan keseriusan aparat penegak hukum dalam mengusut kasus yang merugikan petani itu,” sesalnya.
Elmi berpendapat, jika benar DPO ada di rumahnya, berarti Polres Sampang selama ini tidak mengejar pelaku. Karena itu, dia mendesak Polres Sampang segera menangkap pelaku utama dalam kasus ini. Semua pihak yang terlibat harus diproses hukum.
Dia juga mendorong Propam Polri untuk mengontrol penanganan kasus yang dilakukan penyidik Polres Sampang. ”Saya yakin tidak sulit bagi institusi kepolisian untuk mengungkap kasus ini,” tegasnya.
Kapolres Sampang AKBP Hartono belum bisa dimintai keterangan berkenaan dengan upaya untuk menangkap dua DPO tersebut. Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan mengarahkan untuk menanyakan pada humas. ”Silakan tanya humas,” ucapnya.
Koran ini sudah menghubungi Kasihumas Polres Sampang Ipda Gama Rizaldi. Namun, dia mengabaikan konfirmasi yang dilakukan JPRM. (bai/bil)
Editor : Amin Basiri