SAMPANG, RadarMadura.id – Warga Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang, memutuskan untuk memperbaiki jalan rusak secara swadaya.
Pasalnya, jalan akses yang tembus ke Desa Paopale Daya tersebut dibiarkan rusak puluhan tahun. Namun, kebutuhan dana untuk perbaikan kurang Rp 150 juta.
Tokoh pemuda Desa Paopale Laok Rusli Efendi mengatakan, jalan di desanya sudah lama rusak. Sepengetahuannya tidak ada pengaspalan sejak 2001.
”Sejak saya SD, jalan di desa kami tidak diperbaiki. Baik pengaspalan maupun tambal sulam,” katanya.
Pada awal 2025 pihaknya bersama tokoh masyarakat melakukan musyawarah. Hasilnya, disepakati untuk melakukan perbaikan jalan secara swadaya.
Semua elemen masyarakat dan tokoh berkontribusi menyumbang dana untuk perbaikan jalan tersebut. Warga Desa Paopale Laok yang berada di perantauan juga diminta sumbangan.
”Jalan yang kami lakukan perbaikan secara swadaya ini merupakan jalan penghubung antara Desa Paopale Laok dengan Desa Paopale Daya,” ujarnya.
Menurut Rusli, pengaspalan secara swadaya sudah diketahui pemerintah desa (pemdes) setempat. Pemdes juga berpartisipasi menyumbang dana.
Pengaspalan jalan ditarget sekitar sepanjang dua kilometer dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 300 juta.
Saat ini jalan yang sudah diaspal sepanjang 700 meter. Sementara dana yang terkumpul baru Rp 150 juta.
Artinya, dana untuk perbaikan jalan tersebut kurang Rp 150 juta. ”Untuk pengaspalan jalan ini butuh anggaran Rp 300 juta,” ungkapnya.
Rusli membeberkan, jalan yang rusak tersebut menjadi akses utama menuju lembaga pendidikan dan perekonomian masyarakat.
Diharapkan, dengan perbaikan tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Petani melewati jalan tersebut ketika pergi ke sawah dan pasar.
Karena itu, dia berharap Pemkab Sampang maupun pemdes lebih memperhatikan infrastruktur di desa.
”Kami berharap perbaikan infrastruktur jalan di desa lebih diperhatikan,” pintanya.
Camat Ketapang Bambang Suharyadi belum bisa dimintai keterangan terkait perbaikan jalan yang dilakukan secara swadaya tersebut. Saat dihubungi melalui sambungan telepon tidak merespons. (bai/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti