Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mahasiswa Desak Polres Sampang Terbuka, Segera Ungkap Pemilik Pupuk Subsidi yang Diselundupkan

Achmad Andrian F • Kamis, 17 April 2025 | 17:08 WIB
KORBAN PEMILIK: Tersangka sopir truk diamankan oleh Mochammad Fatoni di Mapolres Sampang, Kamis (10/4). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
KORBAN PEMILIK: Tersangka sopir truk diamankan oleh Mochammad Fatoni di Mapolres Sampang, Kamis (10/4). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

KOTA, RadarMadura.id – Polres Sampang berhasil mengungkap kasus penyelundupan pupuk bersubsidi sebesar 9,6 ton, Kamis (3/4).

Kasus tersebut menyita perhatian berbagai pihak. Sebab, mahasiswa mendesak Korps Bhayangkara agar terbuka dalam menangani kasus tersebut.

Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sampang Latifah mengatakan, pihaknya pernah mengawal kasus penyelundupan pupuk bersubsidi yang terjadi di Kabupaten Sampang. Dia meragukan keseriusan aparat penegak hukum (APH) dalam menindak oknum mafia pupuk.

Dia mendorong agar semua pihak yang terlibat dalam penyelundupan pupuk tersebut ditindak. ”Sopir truk yang telah diringkus sedikit banyak tahu siapa pemilik (identitas) yang memintanya mengantarkan pupuk bersubsidi itu ke luar Madura,” tuturnya.

Menurutnya, sangat mudah bagi pihak kepolisian untuk mengungkap pemilik pupuk subsidi yang hendak diselundupkan tersebut.

Justru, sangat aneh jika polisi tidak bisa menemukan identitas pemilik pupuk. ”Seharusnya sudah dikantongi siapa pemiliknya,” ujarnya.

Latifah mengecam tindakan oknum yang berani melakukan penyelundupan pupuk bersubsidi tersebut. Sebab, Kabupaten Sampang mayoritas wilayah agraris. ”Ini harus menjadi perhatian khusus,” pintanya.

Ketua Umum HMI Cabang Sampang Aril Tri Fadhilla menyatakan, butuh ketegasan dari Polres Sampang dalam mengusut tuntas kasus penyelundupan pupuk subsidi tersebut. ”Polisi harus konkret dan jelas dalam menangani kasus ini,” pintanya.

Dia berharap, polisi bergerak cepat menelusuri dan menyelidiki semua yang terlibat dalam kasus penyelundupan pupuk subsidi tersebut. Polisi juga harus terbuka kepada masyarakat. Jangan sampai terkesan mengulur-ulur waktu.

”Jika sudah mengamankan sopir, polisi harus terang-terangan pada publik sampai mana progres tindak lanjut dalam mengusut perkara tersebut. Harus disampaikan pada masyarakat,” desaknya.

Aril mengungkapkan, jika polisi tidak serius dalam mengungkap kasus tersebut, berarti Korps Bhayangkara tidak mengindahkan Asta Cita Presiden.

Sebab, untuk menyukseskan program Asta Cita Presiden, salah satunya yakni mewujudkan ketahanan pangan. ”Program ketahanan pangan ini bisa didukung dengan ketersediaan pupuk,” ungkapnya.

Kapolres Sampang AKBP Hartono mengaku sudah memanggil sejumlah saksi yang diyakini terlibat dalam kasus penyelundupan pupuk tersebut. Namun, dia enggan membeberkan identitas saksi yang sudah dipanggil.

”Sudah kami lakukan pemanggilan pertama untuk dimintai konfirmasi. Tapi, tidak datang. Kami akan lakukan pemanggilan kedua,” tandasnya. (bai/bil)

Editor : Achmad Andrian F
#polres sampang #sampang #mahasiswa #penyelundupan pupuk bersubsidi