SAMPANG, RadarMadura.id – Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum At-Taufiq termasuk lembaga pendidikan baru di Kabupaten Sampang.
Usia pesantren yang beralamat di Desa/Kecamatan Robatal itu baru berjalan tiga tahun. KH. Muhammad Khoiron Zaini merintis pesantren pada 8 Maret 2022 bertepatan 4 Syakban 1443 H.
Pengasuh Ponpes Miftahul Umum At-Taufiq KH. Muhammad Khoiron Zaini menyampaikan, pesantren didirikan tiga tahun lalu.
Dirinya terpanggil mendirikan pesantren untuk mengembangkan sayap dakwah yang selama ini dijalani.
Mulanya, tokoh kelahiran 10 Mei 1987 itu berdakwah dengan membentuk majelis salawat At-Taufiq. Kegiatannya fokus pada pembinaan moral generasi muda melalui kegiatan keagamaan dan sosial.
Alumnus Dirosah Islamiyah Darul Mustofa Tarim Yaman itu mengutarakan, roh dari kegiatan dakwahnya lebih terasa dengan mendirikan pesantren.
Karena itu, kegiatan yang dilakukan tidak hanya berbentuk majelis taklim atau pengajian umum, tetapi lebih tersistem.
”Majelis salawat yang kami dirikan untuk merangkul muda mudi agar tidak terjerumus dalam kegiatan negatif. Misalnya, narkoba,” terang suami Nyai Hj Afiyah Ghozali itu saat ditemui di kediamannya.
Tokoh muda yang karib disapa Gus Khoiron itu mengutarakan, pada awal pendirian pesantren, pihaknya langsung menerima santri putra dan putri.
Pada tahun pertama, baru sekitar 100 santri. Seiring berjalannya waktu, jumlah santri semakin bertambah dan kini mencapai 300 santri.
Santri yang menimba ilmu, sambung dia, tidak hanya berasal dari Kabupaten Sampang. Tetapi, juga berasal dari beberapa daerah lain seperti dari Bangkalan, Pamekasan, Jakarta, hingga Pontianak. Semua santri dibina agar mampu menghafal Al-Qur’an dan menjadi pendakwah yang baik.
”Program unggulan di sini mencetak santri menjadi hafiz Al-Qur’an dan menekankan kepada santri agar siap terjun ke masyarakat sebagai pendakwah,” terang pemimpin majelis salawat At-Taufiq itu. (jun/bil)
Editor : Achmad Andrian F