Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sepeda Motor Hilang di Sekolah, Siswa SMKN 1 Sampang Diduga Jadi Korban Hipnotis

Achmad Andrian F • Rabu, 5 Februari 2025 | 16:41 WIB
BURON: Wajah pelaku saat meminjam motor siswa (korban) terekam CCTV SMKN 1 Sampang, Senin (3/2). (TANGKAPAN LAYAR REKAMAN CCTV)
BURON: Wajah pelaku saat meminjam motor siswa (korban) terekam CCTV SMKN 1 Sampang, Senin (3/2). (TANGKAPAN LAYAR REKAMAN CCTV)

KOTA, RadarMadura.id – Hilmi Yahya, siswa SMKN 1 Sampang diduga menjadi korban hipnotis saat berada di lingkungan sekolah, Senin (3/2).

Pelajar berusia 15 tahun itu tanpa sadar meminjamkan sepeda motor miliknya kepada orang tak dikenal (OTK). Kini, kasus tersebut ditangani Polres Sampang.

Marhati, ibu Hilmi, menceritakan, anaknya sudah tiba di parkiran sekolah pada pukul 06.30, Senin (3/2). Setelah memarkirkan kendaraannya, ada dua OTK memanggil Hilmi. Tujuannya, meminjam sepeda motor Hilmi.

Karena tidak kenal, Hilmi menolak permintaan orang tersebut. ”Setelah itu, anak saya mau masuk ke kelasnya,” ujarnya.

Saat hendak masuk ke kelas, lanjut Marhati, OTK tersebut kembali memanggil Hilmi untuk meminjam motor.

Orang tersebut memaksa anaknya dengan alasan hanya pinjam sebentar. Orang tersebut meminjam motor untuk menjemput ibu gurunya ke pasar.

Setelah itu, tiba-tiba Hilmi seperti orang bingung. Seperti yang terekam di closed circuit television (CCTV), OTK tersebut memberi helm kepada anaknya.

”Anak saya seperti orang dihipnotis. Langsung memberikan kontak motornya ke OTK itu. Anak saya masuk ke kelas dalam keadaan tidak ingat apa pun,” ungkap Marhati.

Hilmi baru sadar bahwa motornya ada yang meminjam setelah mengikuti upacara sekolah. Lalu, anaknya mondar-mandir mengecek kendaraannya di parkiran.

”Anak saya ditanya oleh gurunya kenapa mondar-mandir. Akhirnya memberi tahu jika ada orang yang meminjam motornya, tapi tidak dikembalikan,” tuturnya.

Setelah itu, pihak sekolah mengecek CCTV di sejumlah titik di area sekolah. OTK yang membawa motor anaknya tersebut terekam CCTV sekolah. Lalu, pihak sekolah memanggil orang tua Hilmi untuk datang ke SMKN 1 Sampang.

Pihak sekolah bersama orang tua Hilmi langsung melapor ke Polres Sampang atas kejadian tersebut, Senin (3/2) pukul 11.00.

”Mudah-mudahan segera ditindaklanjuti agar segera ditemukan. Motor itu satu-satunya yang biasa digunakan anak saya ke sekolah,” harapnya.

Kepala SMKN 1 Sampang Rahmawati tidak bisa dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut. Saat dihubungi melalui sambungan telepon yang biasa digunakan tidak merespons.

Kasihumas Polres Sampang Ipda Andi Amin membenarkan ada laporan terkait curanmor tersebut. Anggota Satreskrim Polres Sampang sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

”Tapi untuk pelakunya masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tandasnya. (bai/bil)

Editor : Achmad Andrian F
#sepeda motor #hipnotis #korban #sampang #SMKN 1 Sampang