SAMPANG, RadarMadura.id – Pengalaman sangat berharga bagi seseorang. Terlebih bagi mereka yang berjiwa bisnis.
Seperti Mabruroh yang dulu dapat hadiah, kini justru jadi produsen buah tangan itu.
Usaha berjualan buket yang dijalani Mabruroh cukup berkembang. Usaha yang dirintis sejak Agustus 2021 itu mampu bertahan sampai sekarang.
Warga Kelurahan Karang Dalem, Kecamatan Sampang, itu bisa menghasilkan jutaan rupiah dari berjualan buket.
Perempuan berhijab itu menyampaikan, inspirasi untuk berjualan buket muncul saat akhir-akhir menjelang kelulusan kuliah.
Saat dia lulus ujian skripsi banyak mendapat hadiah buket dari rekan-rekannya.
Saat itu, fenomena hadiah buket juga lumrah diberikan kepada mahasiswa yang berhasil lulus.
Mulai dari lulus ujian skripsi, usai mengikuti yudisium, hingga wisuda.
Saat itu, muncul dalam benaknya untuk mencoba berjualan juga.
Apalagi, kata dia, bahan dasar pembuatan buket juga mudah didapat.
Namun, memang butuh kreativitas untuk merangkai menjadi hiasan buket.
Kali pertama dia bermodal uang Rp 30 ribu untuk membeli bahan yang hasilnya diunggah melalu stori aplikasi WhatsApp.
Seiring berjalannya waktu, sambung Mabruroh, produk yang dihasilkan banyak diminati pembeli.
Secara bertahap, keuntungan dari berjualan dikumpulkan untuk membeli bahan lebih banyak.
Setiap produk yang dihasilkan dia unggah di media sosial, seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, dan TikTok.
”Saya tidak pernah belajar langsung dengan mengikuti pelatihan kerja membuat buket. Tetapi, belajar secara otodidak dengan menonton video di YouTube dan Instagram,” terangnya.
Pemilik Toko Meebb Buket itu menerangkan, dari kegiatan usahanya dia bisa menghasilkan rata-rata Rp 1 juta dalam sebulan.
Tidak setiap hari pembelian buket ramai. Namun, pesanan dari pembeli biasanya pada momentum wisuda, hari guru, hingga momen pernikahan.
”Harga buket bervariasi sesuai jenis atau permintaan dari pembeli. Saya juga melayani pemesanan sesuai permintaan pembeli dengan harga dimulai Rp 15 ribu,” terangnya. (jun/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti