SAMPANG, RadarMadura.id – Jumlah jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama yang kosong cukup banyak.
Sedikitnya, ada enam jabatan eselon II di lingkungan Pemkab Sampang kosong.
Yakni, staf ahli bidang ekonomi keuangan dan pembangunan, staf ahli bidang kesejahteraan masyarakat dan SDM, serta kepala dinas perhubungan.
Kemudian, direktur RSUD dr Mohammad Zyn Sampang, Asisten Bidang Administrasi Umum Setkab Sampang, dan kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sampang.
Kekosongan tersebut sementara diisi pelaksana tugas (Plt).
Pengisian jabatan eselon II tesebut direncanakan diisi tahun depan.
Tapi, Pemkab Sampang tidak mampu mengisi semua jabatan yang kosong.
Tahun depan direncanakan hanya tiga jabatan yang akan dilelang karena anggaran terbatas.
Kabid Mutasi BKPSDM Sampang Bayu Pamungkas Kusprasetyo menyadari, kekosongan pejabat setingkat kepala dinas itu cukup banyak.
Pemerintah belum mampu untuk mengisi semua kekosongan jabatan meski tahun depan akan dilakukan lelang.
Proyeksi yang disiapkan pemerintah hanya untuk mengisi tiga jabatan. Alasannya, anggaran yang dimiliki daerah terbatas.
”Masalah ini juga telah dibahas bersama legislatif,” ujarnya.
Dia mengutarakan, pihaknya berencana melelang semua jabatan yang kosong.
Namun, setelah dibahas, anggarannya terbatas, sehingga hanya tiga formasi yang direncanakan akan diisi tahun depan.
”Formasi yang mau diisi belum ditentukan. Nanti masih menunggu arahan dari bupati,” tuturnya.
Bayu menambahkan, satu jabatan yang kosong akan segera terisi karena sudah dilakukan proses seleksi tahun ini.
Yakni, jabatan staf ahli bidang kesejahteraan masyarakat dan SDM.
”Sekarang, tahapnya menunggu izin pelantikan dari Kemendagri,” imbuhnya.
Ketua Komisi I DPRD Sampang Mohammad Salim menyadari jika anggaran pemerintah terbatas untuk mengisi semua kekosongan jabatan.
Meski begitu, dia mendorong agar pelayanan kepada masyarakat tetap dimaksimalkan.
”Pelayanan tidak boleh kendur meski pimpinan OPD dijabat Plt,” pesannya. (jun/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti