SAMPANG, RadarMadura.id - H. Slamet Junaidi sudah berpengalaman lima tahun menjabat Bupati Sampang. Selama periode 2019-2024, calon bupati Sampang nomor urut 2 ini menunjukkan kerja cerdas dalam memimpin Kota Bahari.
Itu terbukti dari banyaknya inovasi yang dilahirkan melalui organisasi perangkat Daerah (OPD) yang dipimpinnya. Selama lima tahun itu, terdapat 506 inovasi untuk mendukung peningkatan pelayanan pada masyarakat.
Cabup Slamet Junaidi mengatakan, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Sampang tidak banyak. Sementara ada banyak program yang harus dilaksanakan. Butuh kerja luar biasa agar semua program terlaksana dengan efektif dan efisien.
"APBD kita kecil. Kita tidak bisa bekerja biasa-biasa saja, harus luar biasa dengan alokasi anggaran efektif dan inovatif" katanya.
Baca Juga: Jimad Sakteh Buktikan Birokrasi Bersih dengan Raihan WTP
Dia mengutarakan, inovasi dilahirkan untuk mempertajam pencapaian program-program prioritas pembangunan. Saat menjabat bupati, pihaknya mendorong terbentuknya ekosistem inovatif di lingkungan Pemkab Sampang.
"Saya membuat kebijakan satu OPD lima inovasi. Sampai dengan tahun 2023 kita telah punya 506 lebih inovasi, baik berasal dari OPD maupun masyarakat atau ASN secara individu," tuturnya.
Ratusan inovasi itu mengantarkan sampang menjadi kabupaten terinovatif tingkat nasional. Penghargaan itu diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2023.
"Terkait capaian ini, saya sangat menghargai dan mengapresiasi kepada semua ASN dan masyarakat atas kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja kerasnya melalui berbagai inovasi yang telah diciptakan untuk pelaksanaan program dan kegiatan," ungkap mantan anggota DPR RI dari fraksi Partai Nasdem itu.
Baca Juga: Jimad Sakteh Pastikan Tak Akan Relokasi Pedagang Pasar Srimangunan
Haji Idi berkomitmen untuk mengembangkan inovasi yang sudah dilakukan. Bersama calon wakil bupati Ahmad Mahfudz, dia akan melanjutkan program-program yang mengandung nilai manfaat untuk masyarakat bumi Trunojoyo.
"Tentu ke depan kami membuat program yang bermanfaat untuk masyarakat. Haram hukumnya bagi saya pribadi membuat program yang tidak bermanfaat bagi masyarakat," tukasnya. (bil/dry)
Editor : Hendriyanto