Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tercium Bau Gas setelah Semburan Air Surut, Hasil Lab Dinas ESDM Provinsi Jatim Belum Keluar

Hera Marylia Damayanti • Senin, 5 Agustus 2024 | 16:25 WIB
SUDAH SURUT: Warga berada di sekitar semburan air sumur bor di Desa Pandan, Kecamatan Omben, Sampang, Jumat (2/8). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)
SUDAH SURUT: Warga berada di sekitar semburan air sumur bor di Desa Pandan, Kecamatan Omben, Sampang, Jumat (2/8). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Semburan air yang keluar dari sumur bor milik Rokip, warga Desa Pandan, Kecamatan Omben, Sampang, surut sejak Sabtu (3/8).

Namun, warga mencium bau gas dari sumur bor tersebut setelah menyemburkan air setinggi 30 meter.

Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang Abdi Barri Salam mengatakan, laporan dari pemerintah desa (pemdes), semburan sumur bor sudah surut kisaran pukul 18.00 Sabtu (3/8).

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur (Jatim).

”Arahan dari dinas ESDM, lokasi pengeboran sumur tersebut diminta untuk tetap dipasang pipa,” ujarnya.

Barri mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Sampang. Yakni, supaya memasang pipa di lokasi semburan air sumur bor.

”Kami juga sudah sampaikan pada Pj bupati untuk menentukan langkah selanjutnya,” tuturnya.

Dia mengungkapkpan, meski semburan air sudah surut, muncul masalah baru. Dari sumur bor tercium bau gas.

Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, pihaknya menyarankan agar dipasang pipa hingga melebihi atap rumah Rokip.

Tujuannya, agar gas tidak bertumpu di area permukaan tanah sehingga bau gas menguap ke atas.

Pihaknya juga sudah mengimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran, seperti merokok atau memasak di area sumur bor.

”Kami sudah mengimbau agar Pemdes Pandan memberitahukan warga agar tidak melakukan pengeboran lagi di lubang yang sama,” ungkapnya.

Barri menjelaskan, saat ini Dinas ESDM Provinsi Jatim sedang berkoordinasi dengan Badan Geologi untuk melakukan survei ke lokasi.

Sementara, hasil lab air dari sampel yang diambil tim dinas ESDM belum diketahui hasilnya.

”Untuk mengetahui kandungan air aman atau tidak dikonsumsi masih menunggu hasil kajian,” terangnya.

Sebelumnya, warga Desa Pandan, Kecamatan Omben, Sampang, dihebohkan dengan semburan air setinggi 30 meter, Jumat (2/8).

Peristiwa tidak biasa itu terjadi di sumur bor yang berada di depan rumah warga bernama Rokip.

Mohammad Mahmudi, sepupu Rokip mengatakan, pengeboran sumur bor di depan rumah kerabatnya itu memasuki hari ke-25.

Sebelum semburan terjadi, pekerja mencoba memasang pompa sibel untuk untuk mengetahui seberapa besar tekanan air.

”Kalau tekanan air yang keluar besar, rencananya mau dipasang paralon,” ujarnya.

Percobaan yang dilakukan awalnya berjalan normal. Tetapi, tiba-tiba sekitar pukul 01.00 terdengar suara ledakan dari dalam, sedangkan tali pompa air sibel yang dipasang tiba-tiba kendur dan perlahan naik ke atas.

”Kemudian, semua yang ada dalam lubang pengeboran itu terpental ke atas mengikuti semburan air,” tutur pria 40 tahun itu. (bai/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Dinas ESDM #dinas pupr #pompa #sumur bor #gas #kecamatan omben #semburan air