SAMPANG, RadarMadura.id – Sebanyak 134 desa di Kabupaten Sampang dijabat penjabat (Pj) Kades. Kinerja Pj Kades tersebut dievaluasi secara periodik.
Jumat (14/6), kinerja sepuluh Pj Kades di wilayah Kecamatan Sokobanah dievaluasi.
Ketua Tim Evaluasi Pj Kades Kabupaten Sampang Sudarmanta menyatakan, selama Juni, 129 Pj Kades akan dievaluasi.
Jadwal evaluasi sempat tertunda karena berbenturan dengan agenda tim. Karena itu, penilaian kinerja Pj Kades dijadwal ulang.
Evaluasi Pj Kades dilakukan di setiap kecamatan. Pihaknya sudah mengevaluasi puluhan Pj Kades dari dua kecamatan dua hari terakhir.
Yakni, 11 Pj Kades dari Kecamatan Jrengik dan 10 desa dan Kecamatan Sokobanah di sepuluh desa.
”Kalau (evaluasi) Pj Kades di Kecamatan Jrengik sudah selesai. Sekarang (kemarin) sedang berlangsung evaluasi kinerja Pj Kades di Kecamatan Sokobanah,” tuturnya.
Darmanto mengungkapkan, indikator penilaian kinerja Pj Kades sudah ditentukan. Itu menjadi bahan dalam mengevaluasi kinerja pemerintah desa setiap enam bulan sekali.
Di antaranya berkaitan dengan kepemimpinan, pelayanan, penataan aset, ketertiban umum, dan yang lainnya.
”Kami menilai kinerja Pj Kades karena sudah waktunya dievaluasi. Aturannya, evaluasi dilakukan setiap enam bulan sekali,” ungkapnya.
Mantan kepala Dispusip Sampang itu memaparkan, tim evaluasi hanya bertugas melakukan penilaian terhadap kinerja Pj Kades.
Pihaknya tidak punya kewenangan untuk mencopot atau mempertahankan Pj Kades setiap desa.
”Hasil evaluasi kami serahkan ke Pj bupati. Nanti Pak Pj Bupati yang menentukan apakah ada pergantian atau tidak,” paparnya.
Camat Jrengik Romsah mengatakan, wilayah binaannya ada 14 desa. 12 desa di antaranya dijabat Pj Kades. Bulan lalu Pj Kades Mlakah Umar Fauzan sudah dievaluasi. ”Semua Pj Kades dievaluasi,” katanya.
Menurutnya, evaluasi kinerja Pj Kades merupakan hal biasa yang dilakukan setiap enam bulan sekali.
Romsah mengungkapkan, Pj Kades ada yang menjabat satu hingga dua tahun. Ada juga yang baru menjabat sepuluh bulan.
Romsah tidak bisa memastikan evaluasi kinerja Pj Kades baik semua. Sebab, pihaknya hanya menilai pelayanan serta ketenteraman dan ketertiban umum.
Menurutnya, sebagian Pj Kades kurang koordinasi dengan tokoh-tokoh di desa. Ada juga kewajiban yang belum dipenuhi.
”Semua program di desa dievaluasi. Kalau di Jrengik ada yang nilainya bagus, tapi ada juga yang kurang,” tukasnya. (bil/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta