SAMPANG, RadarMadura.id - Bencana banjir merendam pemukiman masyarakat Sampang. Termasuk wilayah Desa Batorasang dengan ketinggian air mencapai 3 meter pada pukul 21.30, Selasa (12/3). Akibatnya, puluhan warga Batorasang dan hewan ternak dievakuasi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang Candra Romadhani Amin melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik (KL) Mohammad Hozin menyampaikan, tim piket BPBD Sampang mengevakuasi korban terdampak banjir. Utamanya warga rentan di Desa Batorasang, Kecamatan Tambelangan.
Hasilnya, terdapat 37 orang dievakuasi ke masjid Desa Batorasang. Selain itu, sejumlah hewan ternak jenis kambing milik warga juga berhasil dievakuasi.
Baca Juga: Dinas Sosial Bangkalan Buka Dapur Umum, Sediakan Ribuan Nasi Bungkus untuk Korban Banjir
"Yang kami data, ada sekitar 17 rumah terdampak banjir dan mengungsi," tuturnya.
Dia mengungkapkan, terdapat tiga desa di Kecamatan Tambelangan yang terendam banjir. Yakni Desa Batorasang, Bringin, dan Mabulu. Diperkirakan, sebanyak 300 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir.
"Kebutuhan yang mendesak makanan untuk pengungsi," ungkapnya.
Pj Bupati Sampang Rudi Arifiyanto menyampaikan, sebagai langkah awal Pemkab Sampang telah mensiagakan dapur umum untuk menyalurkan nasi bungkus kepada warga terdampak banjir. Ribuan nasi bungkus sudah didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
Baca Juga: 16 Desa di Sampang Terendam Banjir
Dia mengungkapkan, penanganan banjir jangka menengah dan panjang membutuhkan pembangunan waduk dan embung. Termasuk saluran di jalan jalur selatan.
"Untuk penanganan darurat dilakukan evakuasi oleh tim BPBD Sampang," pungkasnya. (bil)
Editor : Hendriyanto