SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Rencana menurunkan target pendapatan asli daerah (PAD) sektor parkir berlangganan gagal. Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang tidak berani mengajukan penurunan PAD ke tim anggaran pemerintah daerah (TAPD). Karena itu, target PAD yang harus dicapai Dishub Sampang mencapai Rp 1,5 miliar.
Plt Kepala Dishub Sampang Yulis Juwaidi menyatakan, pihaknya berencana menurunkan target PAD. Jika melihat potensi, kemungkinan target tidak tercapai. Terutama di sektor parkir berlangganan.
Namun, rencana itu dibatalkan. Dishub Sampang memilih tetap mempertanhankan target itu meski terasa berat. ”Rencana menurunkan PAD tidak jadi. Dari TAPD menolak,” ujarnya.
Yulis mengaku, pihaknya rutin mengevaluasi realisasi PAD setiap bulan. Evaluasi internal itu menjadi bahan untuk meningkatkan realisasi PAD. Setiap item PAD dievaluasi agar terus meningkat.
”Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar target PAD. Makanya, terus evaluasi dan mencarikan solusi,” ucapnya.
Kepala Bappelitbangda Sampang Umi Hanik Laila memastikan bahwa tahun ini tidak ada perubahan target retribusi. Sebab, dia sudah melihat capaian pajak dan retribusi pada triwulan pertama.
Menurut dia, hasil yang dicapai setiap OPD dianggap masih relevan. Karena itu, Hanik masih optimistis OPD penghasil PAD bisa meningkatkan kinerja untuk memenuhi target. ”Kami evaluasi capaian triwulan pertama, masih bisa ditingkatkan. Sekarang tinggal mendorong kinerja OPD penghasil PAD,” jelasnya. (bil/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Fatmasari Margaretta