SAMPANG, RadarMadura.id – Dua paket proyek pembangunan ruang laboratorium di Kabupaten Sampang dikerjakan CV Sinyo Lambayu.
Namun, hingga kini proyek yang melekat di dinas pendidikan (dispendik) itu belum digarap. Perusahaan konstruksi itu terancam dapat teguran.
Dua paket kegiatan itu bersumber dari dana alokasi khusus (DAK). Proyek fisik itu tersebar di lembaga yang berbeda.
Pertama, paket kegiatan berupa pembangunan ruang laboratorium di SDN Batorasang 4, Tambelangan.
Pagu anggarannya sebesar Rp 246.044.000. Kedua, pembangunan ruang laboratorium di SDN Sogiyan 3, Omben.
Nilai pagunya juga sama, yakni sebesar Rp 246.044.000. Kedua paket itu belum dikerjakan sampai sekarang.
Kepala SDN Batorasang 4 Mohammad Hanafi mengungkapkan, ada sejumlah proyek kegiatan di SDN Batorasang 4. Selain pembangunan ruang laboratorium, pihaknya juga dapat anggaran DAK berupa rehab ruang guru dan kelas. Total ada tujuh ruangan yang bakal direhab.
”Kalau kegiatan rehab sedang berjalan. Mulai pekan kemarin pelaksana sudah melakukan pembongkaran,” katanya.
Menurut Hanafi, adapun kegiatan pembangunan ruang laboratorium hingga sekarang belum dimulai.
Padahal, pihak sekolah sudah membuka ruang kepada pelaksana untuk memulai pembangunan. Lokasinya berada di halaman sekolah.
Hanafi mengaku tidak mau ikut campur dalam kegiatan yang bersumber dari kegiatan DAK. Sejauh ini pihaknya pasrah ke pelaksana. Yang terpenting, bagi sekolah, bangunannya bagus dan berkualitas.
”Kalau segera dibangun, selesainya bisa lebih cepat,” ujarnya.
Saat ini, lanjut dia, semua ruang kelas di SDN Batorasang 4 tidak bisa ditempati kegiatan belajar mengajar (KBM). Sementara siswa melaksanakan aktivitas KBM di luar kelas.
”Kegiatan pembelajaran tetap berjalan. Sementara KBM numpang di rumah tukang kebun,” ucapnya.
Kasi Sarpras SD Dispendik Sampang Mohammad Jundi menyatakan, seharusnya semua pekerjaan kegiatan DAK sudah dimulai.
Sebab, surat perintah mulai kerja (SPMK) terbit terhitung 18 Juli lalu. Artinya, jika hingga sekarang kegiatan belum dikerjakan, tentu berpotensi terlambat.
Apalagi, jarak terbit SPMK sampai sekarang sudah sebulan.
”Nanti akan kami evaluasi. Kalau memang ada keterlambatan, kami akan berikan teguran,” tuturnya.
Jundi mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat evaluasi dengan konsultan pengawas setiap dua pekan sekali.
Selanjutnya, akan mengecek ke konsultan pengawas, terutama untuk paket kegiatan yang dikerjakan CV Sinyo Lambayu.
Sebab, konsultan pengawas yang mengetahui progres di masing-masing kegiatan.
”Saya tidak tahu kegiatan (CV Sinyo Lambayu) yang mana saja. Senin (lusa) kita rapatkan dulu, soalnya konsultan pengawas yang paham,” katanya.
Dia mengaku akan mengevaluasi semua paket kegiatan yang bersumber dari DAK. Sebab, sejauh ini semua pengawas belum melaporkan progres pekerjaan.
Ketika nanti terjadi keterlambatan pengerjaan kegiatan, pengawas dan pelaksana harus segera membuat strategi khusus.
”Ada sebagian yang pekerjaannya masih taraf nol persen, lima persen, hingga sepuluh persen. Kalau ada keterlambatan, itu harus ada strategi khusus,” pintanya.
Direktur CV Sinyo Lambayu Khoirul Anam tidak merespons saat hendak dikonfirmasi.
Dihubungi berkali-kali melalui sambungan telepon selulernya, yang bersangkutan tetap enggan mengangkat. Padahal, nada dering selulernya terdengar aktif. (bil/daf)
Editor : Abdul Basri