SAMPANG, RadarMadura.id – Kinerja Pemerintah Desa (Pemdes) Karang Anyar, Kecamatan Ketapang, Sampang, patut ditiru. Semenjak kepemimpinan Kepala Desa H. Ach. Sabra’i banyak perubahan. Sebab, peningkatan infrastruktur jalan jadi fokus utama. Saat ini, ada 12 titik jalan anyar yang dibuka untuk masyarakat di tiap dusun.
Kebijakan tersebut diambil untuk membuka peluang ekonomi yang lebih baik. ”Kita awali hal ini dengan memperbaiki dan membuka akses jalan baru,” ujar Sekretaris Desa Karang Anyar Amiruddin.
Langkah tersebut diambil karena pemdes tak ingin masyarakat disulitkan dengan akses jalan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Terlebih, jika terdapat warga yang tengah sakit dan ingin dirujuk ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes).
”Sebelum dibuka jalan, kendaraan sulit untuk masuk ke rumah mereka. Sehingga, harus dibopong terlebih dahulu. Alhamdulillah, saat ini mereka terbantu dan sudah bisa menikmati fasilitas itu,” tutur Amiruddin saat ditemui di kediamannya.
Sebelumnya, Pemdes Karang Anyar melibatkan tokoh masyarakat, perangkat desa, badan permusyawaratan desa (BPD), dan pemilik lahan sebelum membuka akses jalan baru. Mereka diajak bermusyawarah terkait rencana tersebut.
”Responsnya positif, masyarakat turut membantu kami dalam merealisasikannya. Bahkan, pemilik lahan pun juga lega bisa memberikan sedikit akses jalan ke rumah-rumah warga. Tanah mereka diberikan secara cuma-cuma,” sambungnya.
Pria yang akrab disapa Mirud itu mengakui bahwa upaya untuk membuka akses jalan baru tidak mudah. Terlebih, ada banyak lahan milik warga yang harus dibabat. ”Untuk lebarnya itu bervariasi. Ada yang 6 meter, 8 meter, bahkan 20 meter,” urainya.
Dia bersyukur masyarakat Desa Karang Anyar kompak dalam membangun desa agar lebih baik. Lima titik jalan yang sudah dicor merupakan hasil swadaya antarwarga. Mereka juga tak segan membantu jika ada proyek dari pemerintah.
”Misalnya, tahun lalu ada pengaspalan jalan yang notabene ada anggarannya. Masyarakat juga ikut terlibat. Ada yang menyumbangkan kayu dan semacamnya. Alasannya hanya satu, mereka juga ingin beramal sesuai kemampuan,” imbuhnya.
Jalan poros kabupaten yang rusak parah juga turut dibiayai oleh pemdes dan masyarakat. Meski, itu menjadi kewajiban dari pemerintah daerah. Panjang jalan berkisar satu kilometer yang terletak di Dusun Korcekor–Desa Karang Anyar.
”Ini memang ranahnya Pemkab Sampang. Namun, kami masyarakat Karang Anyar merasa memiliki. Maka, sudah sepantasnya diperbaiki. Meski begitu, pemerintah juga diharapkan tak tutup mata untuk desa kami yang terpencil ini,” harapnya.
Menurut Amiruddin, masih ada jalan kabupaten lain yang belum dibenahi di daerahnya. Bahkan, sudah hampir 35 tahun tak pernah diperbaiki. Karena itu, masyarakat tetap menunggu uluran tangan pemerintah untuk memperbaikinya. (afg/luq)
Editor : Berta SL Danafia