SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Program corporate social responsibility (CSR) di Pulau Mandangin kembali disorot. Sebab, program yang dikelola oleh kelompok masyarakat (pokmas) desa setempat sempat mangkrak. Bahkan, realisasinya melampaui batas yang telah ditentukan pihak penyalur.
CSR tersebut bersumber dari Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Ada sejumlah paket kegiatan yang dikerjakan. Di antaranya pelatihan menjahit sebesar Rp 35 juta, pagar pengaman lingkungan Rp 80 juta, rabat beton 150 juta, pembangunan lapangan voli Rp 55 juta, dan kegiatan pendampingan Rp 30 juta.
Dari lima kegiatan tersebut, ada tiga paket kegiatan sempat mangkrak dan baru terealisasi pasca kontrak pihak pelaksana dan penyalur bantuan berakhir. Tiga paket kegiatan itu berupa pelatihan menjahit, pembangunan lapangan voli, dan pagar pengaman lingkungan.
Pembina Garda Kawal Sampang (GKS) H Moh. Tohir mengatakan, pengerjaan paket terabas deadline itu dinilai melanggar ketentuan. Semestinya kegiatan itu terealisasi sesuai kontrak, yakni pada Desember 2022. Namun, sebagian paket kegiatan ada yang baru terealisasi Mei 2023. ”Semestinya ada tindakan tegas dari HCML selaku perusahaan penyalur CSR, bukan malah menambah deadline pengerjaan,” ucapnya.
Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos Radar Madura (JPRM), dana CSR itu diduga dipakai oleh oknum penasihat Bina Mercusuar Bahari (BMB) Desa Mandangin berinisial Y. Penggunaan dana CSR itu juga ditengarai melibatkan oknum pegawai HCML berinisial V.
Dikonfirmasi di tempat terpisah, Relations Specialist HCML Ali Aliyuddin mengatakan, kegiatan tiga paket yang melampaui batas itu sudah diselesaikan oleh pihak pelaksana. Dia mengakui, realisasi beberapa paket kegiatan CSR itu terabas deadline. ”Kegiatan atau program yang mangkrak dan menjadi tanggungan pihak pelaksana sudah terealisasi. Untuk memastikannya, silakan cek langsung ke Pulau Mandangin,” ujarnya.
Ali Aliyuddin menerangkan, satu di antara tiga paket kegiatan itu baru terlaksana pada Mei 2023. Yakni, pelatihan menjahit bagi warga setempat. ”Selain itu, lapangan voli juga baru terealisasi,” paparnya. (za/yan)
Editor : Abdul Basri