”Hai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Q.S. Al-Hujurat: 13).
AGAMA telah mengatur takdir, Allah SWT menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan dan memberikan pedoman dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam kehidupan berkeluarga. Berdasarkan Al-Qur’an dan hadis, Islam memberikan panduan yang jelas untuk mengarahkan aktivitas dan pilihan hidup umat, baik dalam aspek pribadi maupun sosial. Ajaran-ajaran ini menekankan pentingnya hubungan yang sehat dalam keluarga, dengan nilai-nilai kasih sayang, saling menghormati, dan tanggung jawab.
Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, kecanggihan membawa kehidupan menjadi lebih dinamis, termasuk dalam aspek perencanaan kehidupan berkeluarga. Berbagai inovasi bermunculan seiring dengan meningkatnya literasi masyarakat serta pemahaman mereka tentang pentingnya kesehatan dalam berkeluarga.
Buku Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Santri yang ditulis oleh tiga pakar di bidang kesehatan, yaitu Azizatul Hamisiyah, S.KM., M.Kes.; Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH; dan Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc., Ph.D., menghadirkan panduan komprehensif bagi para santri untuk mempersiapkan kehidupan berkeluarga yang sehat dan harmonis. Buku ini menyoroti pentingnya kesiapan mental, fisik, dan spiritual sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Penulis mengintegrasikan ajaran Islam dengan pengetahuan kesehatan modern, menunjukkan bahwa perencanaan keluarga bukan sekadar pengendalian jumlah anak, melainkan juga upaya membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Buku ini membahas berbagai topik seperti usia ideal untuk menikah, jarak kehamilan, serta pentingnya peran laki-laki dan perempuan dalam keluarga. Penjelasan ini diperkuat dengan dalil-dalil Al-Qur’an seperti Q.S. Al-Ahqaf: 15, Q.S. Al-Baqarah: 233, dan Q.S. An-Nisa’: 9, yang mengisyaratkan pentingnya menjaga keturunan yang berkualitas.
Salah satu keistimewaan buku ini adalah gaya penulisannya yang sederhana, tetapi padat makna. Setiap bab disusun secara sistematis, memudahkan pembaca memahami konsep dari dasar hingga terperinci. Ilustrasi visual yang disertakan juga memperjelas gagasan sehingga pembaca mudah memahami isi buku. Namun, buku ini memiliki satu kekurangan, yaitu belum memiliki ISBN. Meski demikian, kekurangan tersebut tidak mengurangi nilai substansi yang terkandung di dalamnya.
Secara keseluruhan, Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Santri adalah bacaan yang sangat bermanfaat, terutama bagi mereka yang ingin memahami konsep keluarga berencana dalam Islam. Buku ini memberikan panduan yang tidak hanya berbasis pada nilai-nilai agama, tetapi juga didukung oleh pengetahuan kesehatan modern. Dengan kandungannya yang kaya dan relevan, buku ini layak menjadi referensi penting bagi santri, akademisi, dan masyarakat umum yang ingin membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan berakhlak mulia. (*)
IFA LIRA SAFRINA
Mahasiswi Semester 8 Prodi PAI Fakultas Tarbiyah UNIA Prenduan
Editor : Ina Herdiyana