Oleh AFIFAH NADHIRAH
BUKU ini merupakan karya mengesankan dari Lala Olivia dan Ach. Nurholis Majid.
Buku yang berisi tentang konsep pendidikan rahmatan lil alamin oleh tokoh Fethullah Gulen ini menjadi sebuah penjelmaan dari kegelisahan akademis yang melihat realitas sosial masyarakat Indonesia sebagai masyarakat plural yang memantik adanya konflik sosial, khususnya terkait isu agama dan etnis.
Terlebih lagi, kompleksitas ini semakin dipengaruhi oleh fenomena radikalisme yang tumbuh dan berkembang di beberapa lembaga pendidikan Islam.
Adapun pendidikan rahmatan lil alamin perspektif Fethullah Gulen terdapat lima konsep. Untuk konsep pertama adalah falsafah, yang dalam hal ini terbagi menjadi tiga unsur.
Pertama, manifestasi cinta Allah, kedua, entitas risalah rahmatan lil alamin. Ketiga, diutusnya Nabi pada suatu kaum.
Kemudian konsep yang kedua adalah dasar-dasar pendidikan rahmatan lil alamin pada umumnya merujuk pada nilai-nilai Islam yang bersifat universal.
Gulen mengatakan terdapat tiga elemen yang dapat menjadi fondasi untuk menciptakan perdamaian, harmoni, dan keadilan dalam masyarakat, yaitu cinta, toleransi, dan dialog.
Bagi Gulen, cinta adalah fondasi yang bersifat fundamental dalam kehidupan setiap makhluk. Kemudian, dalam konteks esoterisme agama, cinta senantiasa ditampilkan dalam alam semesta kepada manusia.
Gulen menegaskan dalam pandangan ini, bahwa makna cinta dalam kamus kemanusiaan adalah kehidupan, setiap makhluk yang diciptakan di alam semesta merupakan penjelmaan agung sang pencipta.
Sementara mengenai toleransi bagi Gulen bukan berarti meninggalkan ajaran tradisi suatu agama, bangsa atau komunitas tertentu, melainkan adalah hal yang selalu ada.
Tentang bagaimana manusia dapat mencerminkan cara manusia berperilaku berdasarkan prinsip agama dan moralitas.
Kemudian dialog, yang merupakan suatu kegiatan kemanusiaan dengan keyakinan untuk menuju perdamaian.
Sebab, dialog adalah cara yang paling tepat untuk menemukan sebuah titik temu di antara banyaknya perbedaan, yang tentunya dalam berdialog tidak luput dari mengutamakan prinsip-prinsip saling menghormati, memahami, dan dilandaskan mencari kebenaran.
Konsep yang ketiga adalah sistem pendidikan, yang dalam hal ini terbagi menjadi empat sistem. Pertama, pola pendidikan yang terdiri atas (1) pola pendidikan holistik-integratif, (2) pola pendidikan profetik.
Kedua, metode pendidikan yang terdiri atas (1) metode uswah, (2) metode proposal, dan (3) metode diskusi.
Ketiga, pendidik, yang terdiri atas (1) definisi; representasi ilmu pengetahuan, (2) makna; hakiki, bahwa Allah sebagai dzat yang muhit dan relatif. Keempat, peserta didik, dalam hal ini memiliki tiga kebutuhan, yaitu spiritual, intelektual, dan fisik.
Konsep yang keempat adalah, rujukan dengan visi bahwa pendidikan dibangun atas manifestasi Allah, dan untuk membentuk insan kamil serta menjadikan masalah sebagai peluang untuk berbuat kebaikan.
Kemudian, misi untuk membentuk generasi emas, yaitu generasi yang memahami nilai-nilai agama dan moral, memiliki kemampuan intelektual yang kuat, termotivasi untuk melayani manusia, mampu berdialog dengan latar belakang yang berbeda, dan aktif dalam memecahkan masalah sosial.
Kemudian konsep yang kelima adalah; materi, terbagi menjadi dua (1) nondikotomik yang mencakup tiga orientasi kurikulum; integrasi hati dan pikiran, integrasi spiritual dan intelektual, serta integrasi tradisional dan modern. (2) materi pelajaran; mencakup ilmu pengetahuan, ilmu kebahasaan, dan ilmu keislaman.
Buku Pendidikan Rahmatan Lil Alamin Fethullah Gulen ini cocok dibaca oleh mahasiswa jurusan apa pun, terkhusus jurusan pendidikan.
Sebab, buku ini memberikan gambaran menyeluruh tentang konsep pendidikan yang diusung oleh Fethullah Gulen yang menggabungkan nilai-nilai Islam dengan prinsip-prinsip universal dalam konteks pendidikan.
Dengan pendekatan yang penuh kasih dan inklusif, Gulen mengilhami pembaca untuk memahami dan mengamalkan pendidikan yang menghasilkan generasi berakhlak, toleran, dan memiliki kontribusi positif terhadap masyarakat.
Maka dari itu, pembahasan dalam buku ini sesuai dengan kebutuhan praktis di lapangan, penjelasannya juga mudah dipahami oleh pembaca. (*)
*)Mahasiswi IDIA Prenduan, anggota AJMI
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti