SUMENEP, RadarMadura.id – Neng Aimmatul Muslimah aktif sebagai pemateri di berbagai kegiatan. Terutama saat bersama Satgas Gerakan Pengabdian NU pada Umat.
Salah satu materi yang sering disampaikan dalam dalam Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) itu berkenaan dengan pencegahan pernikahan dini. Juga berbagai konsep tentang keluarga.
Kegiatan tersebut dilakukan di sejumlah kecamatan di Sumenep. Hal tersebut terus disuarakan agar kekerasan terhadap perempuan berkurang. Termasuk juga angka perceraian bisa terus menyusut.
Menurut dia, pernikahan dini harus dicegah bersama. Sebab, pernikahan tak cukup umur cenderung menimbulkan dampak buruk terhadap keluarga.
Misalnya, perlakuan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga berujung perceraian.
Hal itu karena usia mereka belum matang untuk membina rumah tangga. ”Lalu lintas perceraian semakin padat dan rata-rata penyebabnya pernikahan dini. Nikah dini, cerai dini juga,” katanya.
Pernikahan dini juga bisa menjadi penyebab stunting pada anak, kematian ibu saat melahirkan, dan sebagainya.
”Intinya saya berupaya semaksimal mungkin untuk menebarkan kemaslahatan,” pungkasnya.
Alumnus MTs 1 Annuqayah Putri itu berupaya keras untuk menstop kekerasan terhadap siapa pun.
Lebih-lebih untuk perempuan dan anak-anak. Salah satu caranya dengan aktif menyosialisasikannya kepada masyarakat.
”Saya juga menyuarakan konsep Keluarga Maslahah An Nahdliyah di berbagai pelosok,” tuturnya. (iqb/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti