Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Perjalanan Penceramah Kondang KH. Kholil Yasin, Undangan Ceramah Terjadwal hingga 2036

Ina Herdiyana • Selasa, 9 April 2024 | 14:13 WIB

 

SEDERHANA: KH. Kholil Yasin saat ditemui di kediamannya di Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Bangkalan, kemarin. (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
SEDERHANA: KH. Kholil Yasin saat ditemui di kediamannya di Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Bangkalan, kemarin. (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Ceramah KH. Kholil Yasin selalu ditunggu-tunggu masyarakat. Masyarakat sangat antusias mendengarkan tausiah penceramah asal Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Bangkalan, itu. Pengajian selalu ramai ketika diisi Kiai Kholil.

Nama KH. Kholil mulai dikenal masyarakat sejak 2019. Dia pindah dari satu majelis ke majelis lain untuk memenuhi undangan masyarakat. Kiai Kholil mengisi ceramah hingga pelosok desa di empat kabupaten di Madura.

Capaian yang diraih Kiai Kholil sekarang tidak terlepas dari didikan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hamidiyah, Desa Senasen, Kecamatan Konang, Bangkalan. Saat masih aktif sebagai santri, dia aktif mengikuti kegiatan muhadharah yang diisi dengan ceramah agama.

”Ketekunan di bidang dakwah ini sejak saya masih di pesantren. Dulu ada namanya muhadharah yang isinya sambutan, qiraah, dan pidato,” kenang Kiai Kholil saat ditemui di kediamannya Minggu (7/4).

Kiai Kholil tercatat mondok di Ponpes Al-Hamidiyah sejak 1998 hingga 2015. Artinya, tokoh berusia 35 tahun ini menutut ilmu di pondok ini sekitar 17 tahun. Tidak heran jika kemampuannya dalam berdakwah disukai orang.

Kemampuan berdakwah terus diasah. Kiai Kholil menuturkan pernah ikut lomba dai tingat kecamatan hingga lolos tingkat kabupaten.

Bahkan, dia pernah ikut audisi dai muda pilihan Jawa Timur yang digelar di Masjid Al-Akbar Surabaya.

”Cuma saya tereliminasi saat audisi yang digelar di Surabaya dan gagal berangkat ke Jakarta,” katanya.           

Sejak itulah masyarakat mulai mengenalnya. Undangan untuk mengisi ceramah berdatangan. Tak jarang Kiai Kholil juga diminta gurunya untuk menggantikan ketika berhalangan.

Hingga sekarang, Kiai Kholil semakin aktif berdakwah ke berbagai daerah di Indonesia. Dia mengisi ceramah hingga Provinsi Sumatera, Bangka Belitung, Kalimantan, dan sejumlah daerah lainnya.

Bahkan, selama Ramadan tahun ini Kiai Kholil berkesempatan berbagi ilmu di Kota Jeddah, Arab Saudi.

”Untuk daerah Jawa Timur, saya juga sering diundang ke daerah tapal kuda seperti Probolinggo, Jember, Lumajang, dan Bayuwangi,” paparnya.

Saat ini jadwal ceramah Kiai Kholil sangat padat. Masyarakat harus menunggu belasan tahun untuk bisa mendengarkan ceramahnya. Sebab, jadwal undangan yang diterima Kiai Kholil hingga 2036.

”Standarnya per hari itu empat undangan. Siang dua undangan dan malamnya dua undangan,” bebernya.

Selain berdakwah, Kiai Kholil mengajar santrinya setiap Minggu dan Rabu pagi. Dia juga tercatat sebagai kepala prodi (Kaprodi) pendidikan di STAI Al Hamidiyah, Konang, Bangkalan. 

Masyarakat tidak pernah bosan mendengarkan ceramah KH Kholil Yasin. Penceramah kelahiran Bangkalan, 12 Juni 1989, ini selalu menghiasi ceramahnya dengan humor. Ternyata, itu sengaja dilakukan agar materi ceramahnya tidak monoton.

Kiai Kholil menyampaikan, dirinya memiliki metode tersendiri saat ceramah. Di antaranya, membumbui humor saat mengisi ceramah. Tujuannya, agar materi dakwah yang disampaikan mudah dipahami oleh masyarakat.

Menurut dia, materi dakwah harus menggunakan metode yang baik agar mudah dipahami oleh jemaah.

”Kalau monoton materi yang kita sampaikan, justru tidak masuk ke masyarakat dan condong tidak didengarkan,” tuturnya.

Kiai Kholil menjelaskan, menjadi penceramah di zaman seperti sekarang tidak mudah. Dia menilai, dakwah yang relevan saat ini digunakan dengan metode humoris.

Dia mencontohkan penceramah kondang seperti KH. Musleh Adnan, KH. Sattar, dan KH. Malik Sanusi, serta yang lainnya.

”Kadang saya juga bernyanyi. Itu adalah salah satu cara untuk mengundang simpati dari anak-anak muda. Sebab, yang harus mendengarkan ketika saya ceramah tidak hanya orang tua, tetapi juga anak muda,” ucapnya.

Memiliki jadwal ceramah yang sangat padat rupanya memberikan tantangan tersendiri bagi Kiai Kholil. Terutama dalam menyiapkan materi dakwah. Apalagi seperti momen bulan maulid, dalam sehari dia harus menghadiri 4–5 undangan.

Tingkat kesulitan penceramah itu mungkin materi. Ini tidak hanya dialami saya, tapi semua penceramah juga mengalaminya,” bebernya.           

Kiai Kholil memparkan, untuk menjadi seorang dai atau penceramah cukup mudah. Dia membagikan tips menjadi penceramah yang andal. Yakni, latihan ceramah di hadapan diri sendiri.

Tujuannya, menyesuaikan mimik wajah saat berceramah. Yang tidak kalah penting selain menyiapkan materi adalah mental. ”Penceramah yang baik itu bisa berceramah di hadapan diri kita sendiri,” tukasnya. (za/bil)

Editor : Ina Herdiyana
#ceramah #penceramah #kondang #pengajian