Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pengasuh Islamic Boarding School Padepokan Kiai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK), Si Kiai Kembar yang Saling Memotivasi

Berta SL Danafia • Senin, 25 Maret 2024 | 16:36 WIB
PRODUKTIF: Mohammad Holis (kiri) dan Achmad Muhlis menunjukkan buku karyanya di Kantor Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK), Rabu (20/3). (LAILIYATUN N/JPRM)
PRODUKTIF: Mohammad Holis (kiri) dan Achmad Muhlis menunjukkan buku karyanya di Kantor Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK), Rabu (20/3). (LAILIYATUN N/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Islamic Boarding School Padepokan Kiai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) dikelola dua bersaudara.

Yakni, Mohammad Holis dan Achmad Muhlis. Keduanya merupakan saudara kembar dari pasangan suami istri KH Moh. Mahfudz Abd. Adzim dan Nyai Hj Rasyidatul Abadiyah.

Mohammad Holis dan Achmad Muhlis sama-sama berkarier di dunia akademik.

Mohammad Holis berstatus sebagai kepala MAN 2 Pamekasan. Sedangkan Achmad Muhlis kini menjadi ketua Senat IAIN Madura.

”Meski saya sebagai kakak, Muhlis tetap yang dituakan. Jadi, apabila ada kebijakan di sini (IBS PKMKK), keputusan akhir tetap Muhlis,” ucap Holis, Rabu (20/3).

Mohammad Holis dan Achmad Muhlis tumbuh dan berkembang secara bersama-sama sejak kecil.

Banyak kisah suka dan duka tak terlupakan yang dialami dua saudara kembar yang berulang tahun ke-49 hari ini tersebut.

Mohammad Holis dan Achmad Muhlis menamatkan pendidikan sekolah dasar di SDN Montok 2.

Kemudian, melanjutkan ke MTsN Filial Parteker, Pamekasan (sekarang MTsN 4 Pamekasan). Banyak pengalaman tidak terlupakan yang dialami keduanya.

Mohammad Holis menceritakan, sewaktu sekolah di MTsN Filial Parteker, seragam yang digunakan celana pendek.

Saat berangkat ke sekolah, keduanya biasa menggunakan sarung. Suatu ketika, sarung yang dikenakan tertinggal di angkot.

”Lalu, angkotnya dikejar, sesampainya di terminal ternyata sarung tersebut dititipkan warung di sana (dekat sekolah),” kenang pria yang biasa disapa Kiai Holis tersebut.

Setelah lulus dari MTsN Filial Parteker, keduanya melanjutkan studi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pamekasan. Mereka sama-sama memilih jurusan IPA.

PROGRES: Silaturahmi bersama Kasi Kelembagaan Kanwil Kemenag Jatim Sahril di IBS PKMKK. (IBS PKMKK UNTUK JPRM)
PROGRES: Silaturahmi bersama Kasi Kelembagaan Kanwil Kemenag Jatim Sahril di IBS PKMKK. (IBS PKMKK UNTUK JPRM)

Pendidikan tersebut dituntaskan sembari menjadi santri di Pondok Pesantren Al-Faqih Sumber Nyamplong.

Kemudian, pendidikan sarjananya dituntaskan di IAIN Sunan Ampel Surabaya (sekarang Uinsa) Cabang Pamekasan.

Program studi yang dipilih yaitu jurusan bahasa Arab di Fakultas Tarbiyah. Keduanya baru berbeda pilihan saat melanjutkan program pendidikan magister di Malang.

Kiai Holis menempuh pendidikan S-2 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Sedangkan Muhlis melanjutkan kuliah pascasarjana di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Seakan haus ilmu, Kiai Muhlis kembali melanjutkan program doktor di UMM.

Sedangkan Holis yang sempat jatuh sakit juga mendaftar program doktor di kampus yang sama. Jurusan yang dipilih yaitu sosial politik.

Cobaan mulai dirasakan Holis saat baru memasuki semester dua. Saat itu, dia hampir menyerah dan tidak ingin melanjutkan studi karena terbebani biaya dan tugas-tugas berat.

Namun, Muhlis terus memotivasi saudara kembarnya untuk bertahan hingga lulus.

Ternyata, kakak beradik tersebut biasa saling menyemangati saat satu di antara mereka mulai patah semangat.

”Semua harus berpendidikan, siapa pun itu,” kata Kiai Muhlis. (ail/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#IBS PKMKK