SAMPANG, RadarMadura.id – Pada 1958 silam, lembaga pendidikan di Desa Tlambah, Kecamatan Karangpenang, minim.
Lalu, KH Abd. Aziz dari Pondok Pesantren Sumber Kasian Tlambah meminta putranya KH Abd. Jabbar Sya'roni untuk tinggal di Dusun Trebung, desa setempat.
Yakni, setelah menikahi Nyai Saedah dari Pondok Pesantren Lonsere Tlambah.
Pasangan suami istri ini membabat hutan kecil yang kemudian diberi nama Kebun Anum.
Kebetulan almamater Kiai Jabbar dan Nyai Saedah sama, yakni lulusan dari Pondok Pesantren Panyeppen, Pamekasan.
Pengasuh Yayasan Raudlah Al-Syubban MMU Nurus Salam Kebun Anum R Muchtar Sya'roni menyampaikan, pada awal berdiri hanya ada santri mengaji Al-Qur'an.
Perlahan jumlah santri semakin banyak. Kiai Jabbar dan Nyai Saedah saling bantu untuk mengajar santrinya.
”Beliau tidak hanya mengajarkan Al-Qur’an pada santri-santrinya, tapi juga pendidikan keagamaan,” ujarnya.
Pada 1990-an, Kiai Jabbar berinisiatif untuk mendirikan madrasah. Hal itu seiring dengan jumlah santri yang terus bertambah.
Keinginan Kiai Jabbar diamini oleh masyarakat sekitar. Mereka sangat antusias membantu berdirinya lembaga pendidikan.
Lembaga ini diberi nama Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Nurus Salam Kebun Anum (Nusaka). Sejak didirikan, lembaga pendidikan ini terus berkembang.
Saat ini, lembaga yang sudah berdiri yakni pendidikan anak usia dini (PAUD) Raudlatul Atfal (RA) MI Nurus Salam dan Madrasah Diniyah Taklimiyah Awwaliyah (MDTA).
”Jadi, kegiatan di MMU Nusaka berkesinambungan selama 24 jam. Mulai kegiatan yang terjadwal seperti salat berjemaah lima waktu serta kegiatan sebelum belajar mengajar dari setiap jenjang pendidikan,” papar Muchtar.
Kegiatan tadarus Al-Qur’an istiqamah digelar setiap malam. Setelah salat Isya, santri membaca burdah.
Di sepertiga malam, santri rutin membaca rotibul haddad. Kegiatan di lembaga ini juga ditopang kegiatan ekstrakurikuler.
”Kami juga punya Paduan Suara Santri Kebun Anum (Passka). Biasanya mereka tampil saat upacara HUT RI, Hari Santri, dan peringatan hari besar Islam,” ungkapnya.
Muchtar berharap, MMU Nurus Salam Kebun Anum bisa menjadi lembaga yang maju dan mencetak generasi berilmu serta taat agama bangsa dan negara.
Meskipun, terkadang ada kendala yang menghambat kemajuan madrasah. Di antaranya, pembangunan yang kurang memadai. (bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News