PULANGKAN NEGARA KAMI SEPERTI SEMULA
:Surat Kecil untuk Negeriku
Berkibarlah benderaku
Serentak aliran angin yang tak pernah padam
Serta keadilanmu dibasahi dengan kecurangan
Berupa korupsi terus dilontarkan.
Merahmu mengibarkan warna darah
Putihmu menggerakkan kegagahan tulang
Yang tak pernah terpisah
Meski darah mengelucurkan sejarah.
Tapi, rakyatmu membutuhkan kemanusiaan serta keberadaban
Pada setiap pelanggaran yang langsung ditegakkan.
Hanya karena segumpal kebutuhan
Yang kau hukum bertepatan dengan kematian
dan kau sanksi hingga miliaran kederitaan.
Sedangkan orang-orang di sana
Memakan uang rakyat serta harta negara
Kau lepaskan sambil dikawali setiap jalan
Dengan diiringi uang bangsa kematian.
Pada jiwa rakyatmu
Hanya menikmati kegembiraan
Bermain seksual, bermain judi di setiap malam
Bahkan menonton yang tak berguna di setiap ada peluang
Atau bersama kematian yang tak bisa hindarkan.
Tolonglah, tolonglah
Kembalikan negara ini pada masa lampau
Yang tak ada kata-kata koruptor
dan tak ada dosa yang memandikan raga.
Jikalau bangsa ini tetap begini
Lebih baik kembalikan negara kami menjadi negeri pelayan
Yang masih dijajah selama ratusan tahun
Dengan kami kelaparan, kehausan, kepanasan dan kedinginan
Serta memakan luka bersama penderitaan
Dengan adanya perang menyertai kematian
Dengan adanya keramaian mengantarkan kegelisahan
Hingga kelam dan gelap bergantian.
Atau, jadikanlah negara ini menjadi negara Korea Utara
Biar jiwa-jiwa korupsi tak ada
Dan kemanusiaan serta keadilan ditegakkan.
Tolonglah
Matikan penikmat uang rakyat
Serta matikan pemakan harta negara
Agar kami tidak merdeka
Dalam alunan derita.
Lubtara, 2025
...............................................................................
LONTARKAN DEMOKRASI AGAR KORUPSI CEPAT TERHAPUSI
Sampaikan salam pada Merah Putih
Yang masih gagah dikibarkan
Serta bertebaran di setiap halaman.
Kami bersyukur pak ladusing menjadi korban
Dipukul, ditendang sebagai menghilangkan kecurangan
Dilemparkan sampah tak berguna
Seperti ia yang tak berguna bagi kita.
Kini, apapun telah ditinggikan
Oleh orang-orang yang masih menginginkan
Berupa uang bangsa kematian
Hingga demokrasi bertebaran di mana-mana
Untuk mengusir jiwa korupsi cepat terhapuskan.
Apa yang dinamakan merdeka?
Jika semua masih menderita
Bahkan lebih sulit untuk menjaga
Dari sebelumnya.
Lubtara, 2025
...............................................................................
MERDEKA TAPI TIDAK SEUTUHNYA
Negara mengatakan merdeka
Rakyat melontarkan derita
Apakah kita benar-benar merdeka?
Atau hanya sebatas kata-kata?.
Wahai negeriku
Kapankah bangsamu akan maju?
Melebihi bangsa gagah tanpa layu.
Pada pemegang harta rakyatmu
berfoya-foya melahap uang bangsa bisu
Bahkan koruptor saat ini tak habis-habis
Hingga demokrasi bersamaan dengan pukulan.
Apakah ia tak sempat berpikir?
Dengan adanya nama pahlawan bangsa
Yang rela mati demi negara kita merdeka
Dan demi mereka gembira.
Namun, apalah daya
Kini harta-harta dimakan tikus berdasi
Bahkan uang rakyat anggap milik diri sendiri
Akan kami lahap pada kegelapan sunyi.
Pada 17 Agustus 1945
Adalah tanda bahwa kita akan merdeka
Tapi, merdeka tidak seutuhnya
Melainkan rakyat lebih menderita
Dan sulit untuk menjaga dari sebelumnya.
Lubtara, 2025
...............................................................................
*)Alumnus Siratul Islam asal Pordapor. Santri Aktif PPA Lubangsa Utara yang sedang bermukim di Laskar Pena dan pengurus Perpustakaan PPA Lubtara Penulis.
Editor : Amin Basiri