Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Puisi M. Lailul Mubarok

Amin Basiri • Minggu, 21 September 2025 | 18:35 WIB
Ilustrasi Puisi M Mubarok
Ilustrasi Puisi M Mubarok

 

PULANGKAN NEGARA KAMI SEPERTI SEMULA

:Surat Kecil untuk Negeriku

 

Berkibarlah benderaku

Serentak aliran angin yang tak pernah padam

Serta keadilanmu dibasahi dengan kecurangan

Berupa korupsi terus dilontarkan.

Merahmu mengibarkan warna darah

Putihmu menggerakkan kegagahan tulang

Yang tak pernah terpisah

Meski darah mengelucurkan sejarah.

 

Tapi, rakyatmu membutuhkan kemanusiaan serta keberadaban

Pada setiap pelanggaran yang langsung ditegakkan.

 

Hanya karena segumpal kebutuhan

Yang kau hukum bertepatan dengan kematian

dan kau sanksi hingga miliaran kederitaan.

 

Sedangkan orang-orang di sana

Memakan uang rakyat serta harta negara

Kau lepaskan sambil dikawali setiap jalan

Dengan diiringi uang bangsa kematian.

 

Pada jiwa rakyatmu

Hanya menikmati kegembiraan

Bermain seksual, bermain judi di setiap malam

Bahkan menonton yang tak berguna di setiap ada peluang

Atau bersama kematian yang tak bisa hindarkan.

 

Tolonglah, tolonglah

Kembalikan negara ini pada masa lampau

Yang tak ada kata-kata koruptor

dan tak ada dosa yang memandikan raga.

 

Jikalau bangsa ini tetap begini

Lebih baik kembalikan negara kami menjadi negeri pelayan

Yang masih dijajah selama ratusan tahun

Dengan kami kelaparan, kehausan, kepanasan dan kedinginan

Serta memakan luka bersama penderitaan

Dengan adanya perang menyertai kematian

Dengan adanya keramaian mengantarkan kegelisahan

Hingga kelam dan gelap bergantian.

 

Atau, jadikanlah negara ini menjadi negara Korea Utara

Biar jiwa-jiwa korupsi tak ada

Dan kemanusiaan serta keadilan ditegakkan.

 

Tolonglah

Matikan penikmat uang rakyat

Serta matikan pemakan harta negara

Agar kami tidak merdeka

Dalam alunan derita.

 

Lubtara, 2025

...............................................................................

 

LONTARKAN DEMOKRASI AGAR KORUPSI CEPAT TERHAPUSI

 

Sampaikan salam pada Merah Putih

Yang masih gagah dikibarkan

Serta bertebaran di setiap halaman.

 

Kami bersyukur pak ladusing menjadi korban 

Dipukul, ditendang sebagai menghilangkan kecurangan

Dilemparkan sampah tak berguna

Seperti ia yang tak berguna bagi kita.

 

Kini, apapun telah ditinggikan

Oleh orang-orang yang masih menginginkan

Berupa uang bangsa kematian

Hingga demokrasi bertebaran di mana-mana

Untuk mengusir jiwa korupsi cepat terhapuskan.

 

Apa yang dinamakan merdeka?

Jika semua masih menderita

Bahkan lebih sulit untuk menjaga

Dari sebelumnya.

 

Lubtara, 2025

...............................................................................

 

MERDEKA TAPI TIDAK SEUTUHNYA

 

Negara mengatakan merdeka

Rakyat melontarkan derita

Apakah kita benar-benar merdeka?

Atau hanya sebatas kata-kata?.

 

Wahai negeriku

Kapankah bangsamu akan maju?

Melebihi bangsa gagah tanpa layu.

 

Pada pemegang harta rakyatmu

berfoya-foya melahap uang bangsa bisu

Bahkan koruptor saat ini tak habis-habis

Hingga demokrasi bersamaan dengan pukulan.

 

Apakah ia tak sempat berpikir?

Dengan adanya nama pahlawan bangsa

Yang rela mati demi negara kita merdeka

Dan demi mereka gembira.

 

Namun, apalah daya

Kini harta-harta dimakan tikus berdasi

Bahkan uang rakyat anggap milik diri sendiri

Akan kami lahap pada kegelapan sunyi.

 

Pada 17 Agustus 1945

Adalah tanda bahwa kita akan merdeka

Tapi, merdeka tidak seutuhnya

Melainkan rakyat lebih menderita

Dan sulit untuk menjaga dari sebelumnya.

 

Lubtara, 2025 

...............................................................................

 

*)Alumnus Siratul Islam asal Pordapor. Santri Aktif PPA Lubangsa Utara yang sedang bermukim di Laskar Pena dan pengurus Perpustakaan PPA Lubtara Penulis.

Editor : Amin Basiri