Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Puisi-Puisi Sagara: Dialog Cinta

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 21 Mei 2025 | 03:36 WIB
Ilustrasi OG-ArtMania/Pixabay
Ilustrasi OG-ArtMania/Pixabay

Annuqayah

 

Aku mencari jati diri

Dalam gubuk suci

Menghuni banyak pohon

Yang berbuah tanpa angan

Inilah tempat aku mengeja

Aksara-aksara berbentuk doa

 

Di sini aku mengelana

Mengumpulkan patah-patah kata

Bersembunyi pada

Remahan rasa luka

Yang membendung bulir-bulir cinta

 

Mari bersiap

Menjajah duka lara

Kembali pada tawa

Menempati singgasana

Yang menjadi garis sang Esa

………………………………….

 

Sajak Bianglala

 

Bawa aku

Pada bianglala

Agar aku menghirup aroma lara

Yang melekat pada sekujur tubuhmu

 

Tanpa lepas

Menggenggamimu

Agar tak ada lagi

Yang mendekap kecuali ”aku”

 

Ayolah

Sekali saja bawa aku

Pada bianglala

Melepas segala resah

Yang tak memiliki arah

 

Karena kamu adalah angin

Tanpa angan.

………………………………….

 

Dialog Cinta

 

Dalam secarik kertas

Kutemukan dialog cinta

Tentangku yang terlintas

Dalam mimpi nyata

 

Ternyata, aku lahir

Dalam diksimu

Menjadi asrar

Pada setiap ejaan-ejaan

 

Dan, aku tahu

Aku juga abadi dalam sajakmu

Sekaligus

Aku adalah hangatmu

Yang tertunda

………………………………….

 

Tidak, Seakad

 

Aku menaiki segala arusmu

Dalam tiap-tiap mimpi

Yang tidak menakdiri aku dan kamu

Menjadi abadi

 

Mungkin tak harus pasrah

Menjadi sejarah

Tapi, ketika angin membawa

Pada sungguh

Bulir-bulir air menitikkan

Aku dan kamu tidak menjadi kita

 

Aku dan kamu sepasang

Yang kerap terdengar

Sesaling, seasing

Lantas bagaimana?

 

Mari bertaruh

Seberapa kuat

Menahan erat

Yang tidak, seakad

 

 

Sebongkah batu

Yang kerap berjajar

Mengiringi kayu terbakar

Tanpa ada riuh terdengar

 

Kini tinggal serpihan kayu

Yang menyala

Membawa pada kehangatan nyata

Katanya kau abadi

Di dalamnya

 

Sengguh kau nyata!

Bersama gemuruh cinta

Yang ada bersama kata

Menari riang dengan tawa

………………………………….

*)Nama pena Shofi Aliya. Aktif di Lembaga Literasi PPA Lubangsa Utara Putri, anak asuh MAPI XI IIS 5 dan Sanggar Sareang.

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#annuqayah #dialog #cinta #sajak #seakad #bianglala