SAMPANG, RadarMadura.id – Polemik Tampilan visual Majalah Tempo menuai kritik dari sejumlah kader Partai NasDem di berbagai daerah. Tak terkecuali dari kader NasDem di Kabupaten Sampang.
Mereka menilai visual tersebut tidak sesuai fakta, termasuk penggunaan istilah “merger” antar partai politik.
Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sampang Surya Nofiantoro menilai visual yang menampilkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh telah melecehkan marwah partai.
"Kami (DPD NasDem, red) mengecam keras atas tindakan dan perilaku kurang pantas yang dilakukan oleh majalah tempo," katanya.
Selain visual, pihaknya juga mempersoalkan isi narasi yang dianggap kurang akurat. Ia menilai penggunaan istilah “merger” tidak sesuai dengan konteks yang sebenarnya.
"Ini cenderung memaksa publik untuk mengikuti narasi informasi yang disajikan, ini jelas melukai semua kader partai," tambahnya.
Baca Juga: Isu Merger Bikin Kader Nasdem Geram, Minta DPP Ambil Langkah Hukum
Ia menegaskan isu yang berkembang menyebut adanya dugaan penjualan hingga akuisisi partai. Menurutnya, narasi tersebut menyesatkan dan merusak marwah partai.
"Karena isu yang bergulir menyebut adanya dugaan penjualan hingga akuisisi partai, yang dinilai menyesatkan dan merusak marwah partai," tegasnya.
Pihaknya meminta Majalah Tempo segera memberikan klarifikasi resmi. Ia juga mendesak agar media tersebut menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
"Majalah tempo juga harus meluruskan informasi yang tidak utuh ini, termasuk isu akuisisi dan merger dengan partai lain," imbuhnya.
Meski diterpa isu tersebut, ia memastikan soliditas partai tetap terjaga. Ia menyebut kader di daerah tetap melakukan konsolidasi untuk menyikapi persoalan itu.
"Soliditas partai tetap terjaga dengan baik, bahkan gelombang kecaman ini terus berlangsung ditingkat akar rumpun di Sampang, kami akan melakukan komunikasi berjenjang untuk menyikapi informasi itu," tandasnya. (*/dry)
Editor : Hendriyanto