SURABAYA, RadarMadura.id - Kans kemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak semakin terbuka lebar. Hal itu berkat kemantapan pilihan masyarakat suku Jawa dan Madura yang lebih banyak memilih Khofifah-Emil ketimbang kandidat lain.
"Dari sisi dukungan, Khofifah memang terkesan unggul dibanding Risma bahkan Luluk, dengan komposisi sokongan dari kalangan Nahdliyin," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah Putra, Jumat (20/9).
Berkaca pada hasil temuan survei Poltracking Indonesia periode 4-10 September 2024, Khofifah-Emil meraup banyak dukungan dari suara pemilih bersuku Jawa yakni dengan elektabilitas 54.9 persen. Jauh lebih besar masyarakat suku Madura sebanyak 70.8 persen.
Sedang dua pesaingnya Tri Rismaharini-Zahrul Azhar memiliki elektabilitas 24,2 persen dari suku Jawa dan 12,4 persen Madura. Sedangkan pasangan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakum mendapat angka 1,9 persen dari suku Jawa dan 4,4 persen Madura.
Baca Juga: Nahdliyin Istiqomah Ikut Kiai Pilih Khofifah-Emil di Pilgub Jatim
Dia menilai ketangguhan elektabilitas Khofifah-Emil tentu menguat berkat dukungan banyak kalangan. Karenanya membuat Ketua Umum PP Muslimat NU semakin diidamkan semua elemen untuk kembali memimpin Jatim kedepan.
"Khofifah mendapat tambahan kekuatan dari kalangan NU yang saat ini sepertinya mendekat ke Khofifah," sambungnya.
Terlebih lagi komitmen dukungan nyata sudah sangat jelas terlihat hadir dari warga Nahdlatul Ulama (NU) kepada Khofifah-Emil. Di sisi lain, status Khofifah yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut.
Baca Juga: Mewujudkan Keuangan Berkelanjutan, BRI Perkuat Implementasi ESG
Sehingga, dia menambahkan, kondisi demikian semakin dikuatkan dengan sukses Khofifah-Emil merealisasi banyak kebijakan yang pro tehadap rakyat memberi dampak positif elektoral. Buat keduanya kian menjadi pilihan semua kalangan.
"Khofifah diprediksi memenangi Pilkada Jatim," pungkasnya. (dry/par)
Editor : Hendriyanto