Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ketua Parpol Lebih Berpeluang Mendapat Rekom DPP Maju dalam Pilkada

Berta SL Danafia • Senin, 17 Juni 2024 | 15:40 WIB
Pengamat Sosial dan Politik Madura Imaduddin mengatakan ketua parpol lebih berpeluang dibanding tokoh nonpartai.
Pengamat Sosial dan Politik Madura Imaduddin mengatakan ketua parpol lebih berpeluang dibanding tokoh nonpartai.

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Peluang ketua partai politik (parpol) untuk bisa maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) terbuka lebar.

Sebab, ketua parpol memiliki potensi lebih besar mendapat rekomendasi dibandingkan tokoh nonpartai.

Pengamat Sosial dan Politik Madura Imaduddin menyatakan, ketua parpol bisa mendapat prioritas untuk direkomendasikan maju dalam pilkada oleh dewan pengurus pusat (DPP).

Apalagi, posisi mereka menjadi simbol partai di daerah. Meskipun, biasanya pengurus pusat parpol akan tetap mempertimbangkan situasi dan kondisi di daerah.

”Misalnya, mempelajari bagaimana tingkat popularitas dan elektabilitas dari ketua partai tersebut. Jika popularitas dan elektabilitasnya cukup mendukung dalam meraih kemenangan di pilkada, maka (bisa saja) ketua parpol mendapat rekom,” ungkapnya.

Elite parpol kemungkinan tidak akan memberikan surat tugas pada kandidat lain di luar parpol jika hasil survei kader internal juga bisa diandalkan.

Artinya, partai masih memiliki ruang yang cukup untuk berpartisipasi dalam memenangkan pertarungan politik.

Sejauh ini, baru ada satu ketua parpol yang menyatakan kesiapannya untuk maju di Pilkada Pamekasan. Yakni, Ketua DPC PKB Pamekasan Ali Wafa Subki.

Pernyataan kesiapan itu dibarengi dengan pasangannya lewat spanduk bergambar Ali Wafa Subki di beberapa titik di Kota Gerbang Salam.

”Saya pikir majunya KH Ali Wafa cukup ideal sepanjang tingkat penerimaan publik dan elektabilitasnya juga mumpuni. Akan tetapi, kalau dari sisi elektabilitasnya masih rendah, tentu pimpinan parpol tingkat pusat akan berpikir ulang dalam merekomnya,” urainya.

Sebaliknya, pimpinan parpol justru akan mengkaji kader lain yang jauh berpeluang untuk bisa menang dalam perhelatan pesta demokrasi lima tahunan itu.

Maka, tidak heran jika banyak tokoh nonpartai yang justru diusung untuk maju di pilkada.

Kondisi yang demikian memicu keprihatinan, jika yang diusung justru lebih banyak tokoh di luar partai.

Itu artinya parpol mengalami disfungsi atau krisis kader yang berkualitas. Kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius dari elite parpol. (afg/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#pilkada #Parpol #Ketua