Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bikin Panik, Ledakan Keras Rusakkan Rumah Ketua KPPS di Pamekasan, Polisi Pastikan TKP Aman

Ina Herdiyana • Rabu, 21 Februari 2024 | 13:30 WIB
DILARANG MELINTAS: Kusyairi menunjukkan rumahnya yang berantakan karena ledakan di Desa Nyalabu Daya, Kecamatan Kota Pamekasan, Selasa (20/2). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)
DILARANG MELINTAS: Kusyairi menunjukkan rumahnya yang berantakan karena ledakan di Desa Nyalabu Daya, Kecamatan Kota Pamekasan, Selasa (20/2). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kusyairi dan Qurrotul Ainiyah beruntung tidak tidur di rumah lama yang biasa mereka tempati.

Malam itu, Kusyairi terbangun karena mendengar pecahan kaca. Dia baru sadar rumahnya rusak parah justru setelah diberi tahu tetangganya.

Suara ledakan keras itu mengganggu istirahat warga Desa Nyalabu Daya, Kecamatan Pamekasan, Senin (19/2) dini hari. Sumber ledakan yang diduga dari bondet terjadi di rumah Kusyairi.

Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, dia bertindak sebagai ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06, Desa Nyalabu Daya.

Kusyairi tidak mengetahui pasti ledakan yang diduga bom di sekitar rumahnya tersebut. Sebab, saat kejadian, dia tertidur di rumah kedua yang bersebelahan dengan rumah pertama, tempat kejadian perkara (TKP).

”Pada Senin (19/2) sekitar pukul 03.00, kata tetangga ada bunyi ledakan keras. Tapi, saya tidak mendengar apa-apa, hanya mendengar pecahan kaca jendela di sebelah kamar tempat saya tidur,” ujarnya.

Pria 53 tahun itu menuturkan, lantaran panik, dirinya keluar menuju rumah tetangga di sebelah timur rumahnya.

Namun, tetangganya justru memberi tahu bahwa sumber ledakan itu terjadi di rumah pertama Kusyairi. Rumah tersebut berdiri di belakang rumah yang ditempati dia tidur.

”Saat saya lihat rumah pertama yang berdempetan dengan tempat saya tidur ini sudah banyak kepulan asap akibat ledakan. Semuanya berantakan, baik kaca jendela, pintu rumah, dan sebagainya,” ujarnya.

Rumah tersebut biasanya sering ditempati Kusyairi istirahat ketika siang. Sedangkan pada malam hari, rumah itu ditempati anaknya.

Sebelum terjadi ledakan, rumah itu ditempati buah hatinya yang ketiga atas nama Qurrotul Ainiyah.

”Tapi, pada pukul 02.00 (Qurrotul Ainiyah) pindah ke rumah ini karena badannya meriang (panas) alias sakit. Satu jam kemudian, baru ledakan itu terjadi,” tuturnya.

Menurut dia, setelah terjadi ledakan, dirinya sudah menanyakan ke tetangga sekitar barangkali ada orang mencurigakan. Namun, tidak ada orang yang dicurigai setelah kejadian tersebut.

”Semua tetangga tidak ada sama sekali yang melihat orang melempar bom atau orang berjalan mencurigakan setelah kejadian itu,” terangnya.

Kusyairi mengakui memang menjadi ketua KPPS TPS 06, Desa Nyalabu Daya. Namun, selama dia bertugas sebagai ketua KPPS, semuanya berjalan lancar. Tidak ada permasalahan, baik dengan saksi partai maupun lainnya.

”Selama ini, saya tidak pernah mendapat teror apa pun, baik melalui handphone dan sebagainya. Putri saya yang tidur di rumah itu saya tanyakan juga tidak punya masalah dengan orang lain,” ujarnya.

Kusyairi menerangkan, setelah terjadi ledakan, rumahnya sudah diperiksa tim Inafis Polres Pamekasan dan tim Gegana Satbrimob Polda Jatim. Tim gabungan tersebut sudah membawa sampel dibungkus plastik yang diambil dari TKP.

”Ledakannya pas terjadi di depan pintu rumah. Akibat ledakan, semuanya hancur, kaca jendela di rumah itu juga pecah berserakan di rumah itu. Banyak warga mengatakan kepulan asap ledakan seperti bau mercon (petasan),” terangnya.

Kasihumas Polres Pamekasan AKP Sri Sugiarto menjelaskan, petugas gabungan sudah ke TKP. Mereka terdiri atas tim Polsek Kota Pamekasan, tim Inafis Satreskrim Polres Pamekasan, tim Gegana Satbrimob Polda Jatim Batalyon D Pamekasan, tim Gegana Polda Jatim, dan Labfor Polda Jatim.

”Selain mengumpulkan keterangan saksi-saksi, tim mengumpulkan barang bukti sampel di TKP untuk dilakukan pemeriksaan di Labfor Polda Jatim. Di TKP juga sudah dipasangi police line,” jelasnya.

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan menambahkan, pihaknya belum bisa menyimpulkan dugaan motif dan jenis peledak insiden tersebut.

Sebab, masih dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan beberapa sampel di Labfor Polda Jatim. ”Masih kami lakukan penyelidikan lebih lanjut, motifnya apa dan penyebabnya apa,” katanya.

Perwira pertama (pama) tiga balok emas di pundaknya itu memaparkan, pihaknya memastikan di lokasi sementara sudah aman.

Sudah dilakukan penyisiran oleh tim Gegana Polda Jatim dan Labfor Polda Jatim. ”Kami pastikan sudah aman di TKP itu,” ucapnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Berdasar hasil penyelidikan, insiden yang terjadi di rumah ketua KPPS tersebut tidak ada kaitannya dengan konflik politik.

”Kami harap masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan isu yang tidak benar,” tegasnya. (bai/luq)

 

 

Editor : Ina Herdiyana
#pemilu #panik #Ledakan keras #bondet #pesta demokrasi #bom #kpps