JAKARTA, RadarMadura.id - Usai debat perdana Pilpres 2024 Calon Presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto dinilai emosi dalam menyampaikan ide dan gagasan. Namun hal itu dibantah dengan kenyataan Prabowo menunjukan sikapnya yang tegas sebagai seorang pemimpin.
Peneliti Lembaga Survei Jakarta (LSJ) Fetra Ardianto menilai sikap Prabowo telah menunjukan ketegasan seorang pemimpin. Seakan Prabowo menyindir dua kandidat lainnya yang terlalu banyak beretorika tanpa tujuan untuk menyejahterakan rakyat.
"Orang berpikir Pak Prabowo itu emosi, darah tinggi. Sebenarnya itu bahasa yang mana sedang menunjukan ketegasan beliau (sebagai pemimpin)," kata Fetra.
Baca Juga: Punya Gagasan Konkret, Prabowo-Gibran Paling Mampu Wujudkan Indonesia Maju
Fetar menilai, ketegasan adalah sifat alami seorang Prabowo. Sebab didikan militer masih sangat melekat dan sudah mendarah daging kepada Prabowo.
Sehingga, dalam segala aktifitasnya, Prabowo selalu tegas dan menjaga komitmennya. Itu adalah sikap sejati seorang prajurit tempur yang sudah bersumpah untuk membela bangsa dan negara.
"Tentunya ada pengaruh dari latar belakang militer hingga kemudian bahasa yang ditunjukan (Prabowo) kuat dan menggebu," ucap Fetra.
Ketegasan Prabowo terlihat ketika menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga bangsa dan negara Indonesia. Bahkan dalam debat kemarin, Prabowo sangat tegas siap mati untuk Indonesia.
Baca Juga: Mau Liburan Akhir Tahun di Banyuwangi? Berikut Daftar Wisata yang Wajib Kamu Kunjungi
"Saya tidak punya apa-apa, saya sudah siap mati untuk negara ini," kata Prabowo saat debat.
Prabowo pun mengaku tidak akan melanggar sumpah setianya kepada bangsa dan negara Indonesia yang diucapkannya saat menjadi prajurit tempur. Atas sumpah tersebut, Prabowo hingga saat ini siap bertaruh nyawa untuk memperjuangkan kedaulatan Indonesia.
"Saya sadar sejak muda saya sudah mengangkat sumpah untuk membela Pancasila dan UUD 45, dalam UUD 45 di situ pendiri-pendiri bangsa kita mendirikan sebuah Republik, Republik itu harus didasarkan atas hukum dan kedaulatan rakyat. Itulah perjuangan saya selama ini. Dan saya pertaruhkan nyawa saya jiwa saya untuk membela demokrasi, hukum dan HAM," tegas Prabowo. (*/par)
Editor : Hendriyanto