SURABAYA, RadarMadura.id – Calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dinilai menjadi pasangan paling kuat mendapat dukungan dari para santri. Hal itu berimbas dengan menguatnya potensi kemenangan Prabowo-Gibran khususnya di Jawa Timur (Jatim).
Peneliti Lembaga Survei Jakarta (LSJ) Fetra Ardianto mengatakan di Jawa Timur merupakan tempat yang banyak pondok pesantren (Ponpes) dan diisi oleh banyak santri. Di wilayah tersebut, Prabowo-Gibran mendapat dukungan penuh menjadi pemimpin selanjutnya.
"Jatim ini banyak diisi oleh pondok pesantren yang betul ada dukungan dari santri untuk Prabowo-Gibran," kata Fetra.
Dia menambahkan dukungan santri itu hadir kepada Prabowo-Gibran karena ada gagasan dan program yang ingin dilaksanakan. Diketahui, Prabowo-Gibran ingin melanjutkan program Dana Abadi Pesantren yang sangat diharapkan oleh kalangan santri.
Program yang ditawarkan Prabowo-Gibran ini sangat membantu keberlanjutan pengelolaan pesantren dalam menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Tentu ini menjadi bukti konkret Prabowo-Gibran sangat memperhatikan para santri.
Komitmen Prabowo-Gibran ini menciptakan akses pendidikan yang lebih baik untuk para santri. Terlebih santri memiliki peran yang sangat jelas untuk mewujudkan masa depan bangsa dan negara lebih baik.
Oleh karena itu, Fetra menambahkan Prabowo-Gibran mendapat dukungan penuh dari santri Jawa Timur menjelang demokrasi mendatang. Dukungan itu nyata hadir terlihat berdasarkan hasil survei Polling Institute periode 15-17 November 2023 dalam simulasi berdasarkan wilayah Jawa Timur.
Tercatat, elektabilitas Prabowo-Gibran menduduki posisi teratas dengan hasil 46,4 persen. Unggul jauh dengan suara Ganjar-Mahfud yang hanya mendapatkan 34,6 persen dan Anies-Muhaimin 15,1 persen.
"Jadi sederhana, bisa kita tarik bahwa sepertinya suara untuk pasangan ini cukup kuat di Jatim," pungkas Fetra. (*/dry/par)
Editor : Hendriyanto