Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tak Punya Ruang Perpustakaan, SDN Talango III Sulap Kelas Jadi Sudut Baca Ramah Anak

Ina Herdiyana • Minggu, 10 Mei 2026 | 22:11 WIB
RAJIN: Siswa-siswi SDN Talango III sedang membaca buku di ruang kelas yang disulap jadi perpustakaan.
RAJIN: Siswa-siswi SDN Talango III sedang membaca buku di ruang kelas yang disulap jadi perpustakaan.

SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Keterbatasan fasilitas tidak menghalangi SDN Talango III untuk membangun budaya literasi di lingkungan sekolah.

Meski belum memiliki gedung perpustakaan yang layak, sekolah tersebut tetap meresmikan program Perpustakaan Ramah Anak pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Pembukaan program itu dihadiri komite sekolah, pengawas sekolah, wali murid, pustakawan, serta koordinator lapangan Program Perpustakaan Ramah Anak Kabupaten Sumenep.

Baca Juga: Honor Play 11 Plus Resmi Meluncur dengan Baterai 7.000 mAh, Layar AMOLED 6,6 Inci dan Chipset Dimensity 6500 Elite yang Siap Dipakai Seharian

Karena belum mempunyai ruang perpustakaan sendiri, sekolah untuk sementara memanfaatkan salah satu ruang kelas sebagai sudut baca dan ruang literasi siswa.

Dari ruang sederhana itu, sekolah mulai membangun kebiasaan membaca dan mendekatkan anak-anak dengan buku.

Kepala SDN Talango III RAj Zoraya Rizky Adinda mengatakan, Perpustakaan Ramah Anak bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan juga ruang aktivitas belajar yang mampu membangun kedekatan anak dengan pengetahuan dan cerita.

”Anak-anak nanti tidak hanya membaca di sekolah, tetapi juga bisa meminjam buku untuk dibaca di rumah. Harapannya, perpustakaan ini dapat mengurangi ketergantungan anak terhadap handphone,” ujarnya.

 Baca Juga: Bupati Lukman Apresiasi Pengabdian Para Insan Pendidikan, Saat Apel Peringatan Hardiknas

Menurut dia, budaya membaca tidak dapat tumbuh jika hanya dibebankan pada sekolah. Peran orang tua dan lingkungan sekitar dinilai menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program literasi anak.

Hal serupa disampaikan Ketua Komite Sekolah Bapak Kawan. Ia menilai pendidikan membutuhkan keterlibatan bersama antara sekolah, masyarakat, dan keluarga.

"Jangan sampai di sekolah anak diajak membaca buku, tetapi di rumah justru dibiarkan bermain handphone sepanjang hari. Karena itu, program ini harus dijaga bersama,” katanya.

Sementara itu, Subagyo, pengawas sekolah,  yang mewakili tim pendamping program, menjelaskan bahwa pembentukan Perpustakaan Ramah Anak melalui proses panjang, mulai dari penataan ruang, persiapan perpustakaan, hingga pendampingan kegiatan literasi.

Baca Juga: Pelantikan Pengurus MKKS Swasta Sumenep Sukses

Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada seremoni pembukaan, melainkan terus berlanjut melalui berbagai kegiatan membaca dan penguatan literasi di sekolah.

Dalam kesempatan itu, Subagyo juga mengajak wali murid dan komite sekolah untuk bersama-sama memperhatikan kondisi ruang perpustakaan yang sudah tidak layak pakai. Dinding bagian utara ruangan diketahui mengalami kerusakan cukup parah.

Menurut dia, keterbatasan fasilitas seharusnya tidak mematikan semangat bersama dalam membangun ruang belajar yang lebih baik bagi anak-anak.

"Kalau sekolah, wali murid, dan masyarakat punya komitmen bersama untuk memperbaiki, saya siap membantu,” ujarnya.

Baca Juga: Dispendik Sumenep Dorong Kemajuan Pendidikan, Tekankan Profesional dan Disiplin Kelola BOSP 

Di tengah kondisi sarana yang terbatas, pembukaan Perpustakaan Ramah Anak di SDN Talango III menjadi gambaran bahwa gerakan literasi dapat tumbuh dari semangat kolaborasi dan kepedulian bersama terhadap masa depan pendidikan anak. 

Editor : Ina Herdiyana
#SDN Talango III #sudut baca #perpustakaan #ramah anak #pendidikan