BANGKALAN, RadarMadura.id - Ratusan sekolah dasar (SD) di Bangkalan masih banyak yang belum memiliki perpustakaan sekolah. Buktinya, dari 678 lembaga, masih terdapat 254 yang belum memiliki perpustakaan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan Moh. Yakub mengatakan, salah satu pemicu sekolah belum memiliki perpustakaan sekolah karena sebagian besar sekolah tidak memiliki lahan. Selain itu, institusinya lebih mengutamakan program rehab dan pembangunan ruang kelas.
”Target kami adalah pembangunan kelas dan rehab kelas sesuai dengan pidato presiden. Jangan sampai ada kelas yang rusak dan lain sebagainya, katanya.
Yakub berkomitmen untuk terus melakukan peningkatan sarana dan prasarana (sapras) pendidikan. Termasuk, melakukan pemerataan dan pembangunan perpustakaan sekolah dasar.
”Nanti kita anggarkan pada tahun berikutnya. Sekolah yang ruang kelasnya sudah bagus akan kami ajukan untuk mendapatkan anggaran pembangunan dan rehab perpustakaan, tuturnya.
Yakub mengakui, perpustakaan memang menjadi sarana untuk meningkatkan literasi bagi murid. Akan tetapi, sekolah bisa memanfaatkan sarana digital dan pojok baca.
Di tiap kelas atau dalam pembelajaran, hal itu juga bisa dimaksimalkan. Sebab, perpustakaan tidak selalu memengaruhi pengembangan mutu pendidikan. Tapi, bisa menunjang kreativitas murid, tegasnya.
Ketua Komisi IV DPRD Bangkalan Rokib mendorong pemerintah untuk membuat skema agar ke depan setiap lembaga pendidikan memiliki perpustakaan.
”Hal ini penting untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar, meningkatkan minat baca, dan literasi pelajar, tegasnya.
Rokib berpendapat, keberadaan perpustakaan sekolah adalah bagian dari investasi jangka panjang. Sebab, bisa membantu pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan generasi emas Bangkalan di masa mendatang.
Untuk tahun ini anggarannya memang belum ada. Tahun depan mudah-mudah ada anggarannya. Sehingga, SD bisa memiliki perpustakaan, pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri