Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kekurangan Guru ASN di Sampang Hampir Seratus Orang

Ina Herdiyana • Sabtu, 3 Februari 2024 | 17:18 WIB
GENERASI BANGSA: Siswa keluar dari lingkungan SMKN 2 Sampang, Jumat (2/2). (ANIS BILLAH/JPRM)
GENERASI BANGSA: Siswa keluar dari lingkungan SMKN 2 Sampang, Jumat (2/2). (ANIS BILLAH/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Jumlah tenaga pendidik di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Sampang belum ideal.

Masih banyak lembaga yang kekurangan guru. Kekurangan tenaga pendidik itu hampir 100 guru di SMA dan SMK.

Kasi SMA dan PK-PLK Cabdin Pendidikan Jatim Wilayah Sampang Mas’udi Hadiwijaya menyampaikan, pihaknya sudah menghitung kekurangan tenaga pendidik.

Kekurangan tenaga pengajar berstatus ASN 93 guru di lembaga negeri dan swasta. ”Memang kebutuhan guru belum terpenuhi semua,” ujarnya.

Dia menyampaikan, guru ASN berjumlah 597 orang. Sementara guru dengan status non-ASN sebanyak 307 orang.

Mereka tersebar di 164 lembaga, baik SMA maupun SMK di Kabupaten Sampang. Mas’udi menerangkan, kekurangan guru di sekolah masih bisa tercukupi dengan guru tidak tetap (GTT).

Tahun lalu Pemprov Jatim merekrut pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Ada puluhan guru di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Sampang yang lulus seleksi.

Namun, mereka belum menerima SK penempatan. ”Kabarnya SK penempatan yang lulus PPPK terbit tahun ini. Semoga nanti bisa menutupi kekurangan guru,” harapnya.

Kepala SMKN 2 Sampang Mukani mengatakan, lembaganya juga kekurangan guru. Karena itu, dia memanfaatkan GTT untuk mengisi kekosongan tersebut.

”Meski sudah terisi GTT, tetap terdata kurang. Sebab, GTT tidak bisa diakomodasi di dapodik,” katanya.

Mukani sudah melaporkan kekurangan guru Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Sampang. Tahun ini kemungkinan ada tambahan guru karena ada sebagian yang lulus PPPK.

”Di SMKN 2 ada juga yang lulus PPPK. Tinggal menunggu SK penempatan,” terang Mukani. (bil/luq)

Editor : Ina Herdiyana
#smk #guru #sma #sampang #gtt #asn #pendidikan #Kota Bahari