SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Sampang kekurangan sumber daya manusia (SDM) untuk memimpin sekolah. Indikasinya, saat ini hampir seratus sekolah dasar (SD) tidak memiliki kepala definitif.
Kepala Dispendik Sampang Edi Subinto mengatakan, 98 SD belum memiliki kepala sekolah (Kepsek) definitif. Kekosongan kepala sekolah tersebut tersebar di 14 kecamatan. Sementara ini, pihaknya menunjuk pelaksana tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah.
”Proses KBM di sekolah tetap berjalan sebagaimana mestinya meski terjadi kekosongan kepala sekolah,” ujarnya.
Edi mengungkapkan, kekosongan jabatan Kepsek di antaranya karena sudah masa tugas berakhir. Untuk mengisi kekosongan itu, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan kepala sekolah. Apalagi, terdapat perubahan regulasi dalam menjaring Kepsek. ”Kami upayakan sebelum akhir tahun kekosongan kepala sekolah bisa diselesaikan,” tuturnya.
Edi mengutarakan, pengisian Kepsek harus memiliki latar belakang guru penggerak. Tidak cukup hanya dengan ikut pendidikan dan pelatihan (diklat) calon kepala sekolah. Karena itu, saat ini pihaknya masih menjaring guru-guru yang memenuhi syarat untuk diangkat menjadi Kepsek.
Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan koordinator bidang pendidikan kecamatan (korbiddikcam) untuk menjaring guru-guru yang berpelung mengisi kekosongan kepala sekolah. Sebab, persyaratan menjadi Kepsek tingkat golongan jabatan minimal III B.
”Kami harus teliti menjaring kepala sekolah. Semua persyaratan harus dipenuhi,” tandasnya. (bil/luq)
Editor : Ina Herdiyana