PAMEKASAN, RadarMadura.id – Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman berupaya membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan.
Salah satunya dengan menghidupkan kembali nomor HP pengaduan seperti yang dilakukan pada periode pertama menjabat.
”Jadi dikelola oleh staf. Apa yang bisa dijawab, akan dijawab oleh staf. Apa yang tidak bisa dijawab, diteruskan ke Pak Sekda dan lain sebagainya,” ungkap Bupati Kholil.
Menurutnya, keterbukaan antara pemerintah dan masyarakat penting untuk mengetahui berbagai persoalan pembangunan di lapangan.
Sebab, masyarakat menjadi pihak yang bersentuhan langsung dengan kondisi tersebut.
”Pemerintah jangan eksklusif, keterbukaan ini akan membantu kami dalam memahami, dalam mengetahui adanya hambatan-hambatan pembangunan di masyarakat,” tegasnya.
Mantan anggota DPR RI itu mengaku, selama dirinya menjabat, masyarakat cukup aktif menyampaikan keluhan melalui nomor pribadinya.
Rata-rata terdapat tiga keluhan yang diterima setiap hari, mulai dari persoalan sampah, jalan rusak hingga jembatan yang nyaris putus.
”Saya screenshot, saya kirimkan ke dinas terkait dan alhamdulillah bisa segera diatasi,” ujarnya.
Selain itu dia juga meminta masyarakat untuk tidak berhenti memberikan masukan kepada pemerintah daerah.
Baginya, pengaduan warga menjadi salah satu cara pemerintah mengetahui kondisi riil di lapangan.
”Dengan adanya pusat pengaduan seperti itu, pemerintah akan semakin sibuk. Dan memang itu yang seharusnya. Kita harus maksimal, kalau tidak kita khianat,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Amin Bashiri