Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

DPUPR Pamekasan Tunggu  Hasil Pemeriksaan APH terkait Kelanjutan Proyek Peningkatan di Pegantenan

Amin Basiri • Kamis, 2 Juli 2026 | 09:30 WIB
DISKUSI: Massa melakukan audiensi ke kantor Dinas PUPR Pamekasan, Selasa (30/6).
DISKUSI: Massa melakukan audiensi ke kantor Dinas PUPR Pamekasan, Selasa (30/6).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Polemik proyek peningkatan Jalan Raya Tlagah–Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan, belum selesai.

Warga melakukan audiensi dengan Dinas PUPR Pamekasan, Selasa (30/6).

Warga yang tergabung dalam Barisan Pelopor Keadilan Rakyat (BPKR) mengaku kecewa karena tidak ditemui langsung kepala dinas.

Mereka hanya ditemui jajaran bidang teknis. Hal itu disampaikan perwakilan peserta audiensi Zairi. 

Karena itu, warga mengancam akan mengerahkan massa lebih besar jika Dinas PUPR Pamekasan tak kunjung memberikan solusi.

”Kami datang untuk meminta kepastian kelanjutan proyek yang mangkrak berbulan-bulan, bukan sekadar mendengar penjelasan. Kami ingin bertemu langsung dengan kepala dinas untuk meminta kepastian,” tuturnya. 

Zairi menjelaskan, saat audiensi, pihaknya hanya diberi penjelasan tanpa solusi.

Padahal, kondisi Jalan Tlagah–Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan, tidak sepenuhnya mulus. Kerusakan jalan tak kunjung diperbaiki.

Menurut dia, kondisi itu membahayakan pengguna jalan dan berpotensi memicu kecelakaan. Karena itu, pihaknya memberi ultimatum kepada Pemkab Pamekasan.

 Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, pihak korban akan kembali menggelar aksi dengan melibatkan massa yang lebih besar.

”Untuk saat ini, kami masih mengedepankan dialog. Tetapi, jika tetap tidak ada solusi atas permalasahan ini, maka kami akan kembali dengan massa yang lebih besar,” tegasnya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Pamekasan Tri Gunawan menyatakan, pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan proyek tersebut.

Yakni, dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,8 miliar.

 Namun, pelaksanaan proyek jalan itu belum bisa dilakukan hingga kemarin (1/7).

Salah satu penyebabnya, Dinas PUPR Pamekasan masih menunggu proses pemeriksaan oleh aparat penegak hukum (APH).

Tri menegaskan, pekerjaan semula ditargetkan dimulai pada awal Januari.

Akan tetapi, rencana itu tertunda lantaran proses hukum masih berjalan. ”Karena masih ada pemeriksaan dari APH,” tukasnya. (afg/bil)

Editor : Amin Basiri
#BPKR #audensi #proyek #DPUPR Pamekasan