PAMEKASAN, RadarMadura.id – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU menjadi perhatian Pemkab Pamekasan.
Untuk mengatasi lonjakan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) tersebut, Pemkab Pamekasan mengusulkan tambahan kuota, khususnya jenis solar dan pertalite.
Antrean panjang masih terlihat di SPBU Jalan Raya Panglegur kemarin (1/7). Kendaraan bermesin diesel, terutama truk dan pikap, mendominasi barisan antrean di sejumlah SPBU.
Ahmad Hasim, sopir truk, mengaku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan solar. Kondisi itu membuat jadwal pengiriman barang ikut terganggu.
”Kalau antre seperti ini, pekerjaan ikut molor. Tapi mau bagaimana lagi, harus menunggu sampai dapat giliran isi solar,” tukas pengemudi truk jungkit itu.
Kabag Perekonomian Setkab Pamekasan Bachtiar Effendy mengatakan, usulan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan BBM subsidi.
Terutama setelah antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.
Bachtiar menjelaskan, saat ini kuota BBM jenis solar di Pamekasan pada 2026 mencapai 36.985 kiloliter (kl). Sementara, untuk kuota Pertalite ditetapkan 75.260 Kl.
”Melihat kebutuhan di lapangan, kami berencana mengusulkan penambahan kuota, khususnya solar dan Pertalite,” katanya.
Menurut Bachtiar, pemkab telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga.
Hasil koordinasi tersebut memastikan distribusi BBM ke seluruh SPBU di Pamekasan tetap berjalan normal.
Dia menjelaskan, antrean bukan dipicu terganggunya pasokan. Hal itu terjadi karena adanya lonjakan permintaan setelah sebagian pengguna BBM nonsubsidi beralih ke Pertalite dan solar.
Di sisi lain, jumlah kendaraan angkutan barang yang beroperasi di Madura juga terus meningkat.
”Karena itu, penambahan kuota menjadi salah satu solusi untuk mengimbangi tingginya konsumsi BBM subsidi,” tukasnya. (afg/bil)
Editor : Amin Basiri