Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pembinaan Digenjot, Dorong Peningkatan Kualitas Tembakau

Amin Basiri • Jumat, 26 Juni 2026 | 15:14 WIB
HIJAU: Petani tembakau Lasip melihat tanaman miliknya di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kamis (25/6).
HIJAU: Petani tembakau Lasip melihat tanaman miliknya di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kamis (25/6).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemerintah daerah berupaya menjaga kualitas tembakau pada musim tanam tahun ini.

Tujuannya, agar harga jual tahun ini lebih baik dibanding musim sebelumnya. Di antaranya intens melakukan pembinaan kepada petani.

Kepala Bidang Produksi Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Andi Ali Syahbana mengatakan, pemerintah daerah terus mengawal musim tanam tembakau.

Berbagai langkah dilakukan untuk mendukung produktivitas petani sepanjang musim tanam.

Dia menjelaskan, monitoring lapangan dan pembinaan kelompok tani (poktan) menjadi fokus utama pemerintah daerah.

Andi mengeklaim, pendampingan diberikan mulai masa tanam hingga panen.

”Pemerintah daerah berkomitmen agar harga tembakau tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Andi pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM), kemarin (25/6).

Menurut dia, kualitas tembakau masih menjadi penentu utama harga di tingkat petani. Karena itu, peningkatan kualitas hasil panen terus didorong.

Petani diminta memperhatikan pola tanam, perawatan tanaman, hingga teknik panen.

Dengan begitu, daya saing tembakau Pamekasan diharapkan semakin kuat.

Menurutnya, jika kualitas tanaman bagus, bukan tidak mungkin harga juga ikut naik.

Meski demikian, tantangan musim tanam tahun ini yakni masalah cuaca yang sulit diprediksi.

Perubahan iklim dan bergesernya pola musim berpotensi memengaruhi pertumbuhan tanaman.

”Cuaca memang menjadi faktor yang tidak bisa kita kendalikan sepenuhnya,” ucapnya.

Petani tembakau Lasip berharap cuaca tahun ini lebih bersahabat. Warga Desa Waru Barat, Kecamatan Waru itu menilai, keberhasilan tembakau sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Ayah dua anak itu sudah mulai menanam tembakau sejak pertengahan Mei.

Karena itu, Lasip berharap kualitas hasil panen tahun ini bisa lebih baik dibanding musim sebelumnya.

”Harapan kami bukan hanya hasil panen yang bagus. Harga jual juga harus mampu menutup biaya produksi yang terus meningkat. Kalau hasil bagus dan harga naik, petani tentu senang,” katanya.

Dia mengaku ongkos produksi tahun ini masih cukup tinggi. Mulai biaya garap lahan hingga kebutuhan pupuk.

Karena itu, petani berharap upaya pemerintah meningkatkan kualitas tembakau dapat berdampak pada harga saat panen nanti. (afg/bil)

Editor : Amin Basiri
#tembakau #dkpp pamekasan