PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan kembali menorehkan prestasi gemilang di bawah kepemimpinan Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman.
Terbaru, prestasi yang didapatkan di bidang pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
Penghargaan tersebut diserahkan Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional 2026 di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Senin (25/5).
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Mendikdasmen mengapresiasi Pemkab Pamekasan atas komitmennya dalam pelaksanaan program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (TKAIH).
Baca Juga: Terlapor Bantah Tipu Pelapor, Kasus Dugaan Penipuan Program Haji Plus
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mengatakan, penghargaan bernomor 0032/C/DM/00.02/2026 ini menjadi bukti nyata keseriusan pemkab dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Karena TKAIH bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, serta perilaku positif lainnya kepada anak-anak Indonesia sejak usia dini.
”Kami atas nama Pemkab Pamekasan menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik, sekolah, orang tua, dan masyarakat yang telah berperan aktif mendukung keberhasilan program ini,” ungkap Bupati Kholil.
Mantan anggota DPR RI itu sangat berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi sekaligus spirit baru dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di daerah yang dipimpinnya.
Sehingga, dapat menciptakan generasi yang unggul, berkarakter, berdaya saing, dan berakhlakul karimah.
Selama ini, Pemkab Pamekasan menekankan agar siswa kelas SD agar menjalani uji kompetensi baca Al-Qur’an sebelum lulus.
Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat yang berbasis pada nilai-nilai religius sesuai identitas Pamekasan sebagai kabupaten Gerbang Salam.
”Kami meyakini pendidikan bukan hanya sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga wahana membangun peradaban, membentuk akhlak, menanamkan disiplin, serta melahirkan generasi sehat, cerdas, tangguh dan berdaya saing,” tegasnya.
Sementara, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia.
Pemberian apresiasi tersebut diberikan kepada pemerintah daerah yang telah memberikan kontribusi nyata dan dukungan atas penyelenggaraan pendidikan pada 2025 dan 2026.
”Kami menyadari sepenuhnya, tanpa dukungan kepala daerah tidak akan bisa mencapai berbagai capaian selama 19 bulan kepemimpinan kami di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ungkap Abdul Mu’ti.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah tersebut menambahkan, kebijakan TKAIH merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden serta visi pendidikan bermutu untuk semua melalui partisipasi semesta.
Program tersebut juga menjadi bagian dari pembangunan cultural infrastructure atau infrastruktur budaya dalam dunia pendidikan.
”Kami tentu saja merasa sangat terbantu dengan kiprah, inisiatif serta kreativitas pada daerah yang secara bertahap mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Banyak yang sudah dicapai, tetapi lebih banyak lagi yang harus kita laksanakan bersama-sama,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti