Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ratusan Warga Pamekasan Idap DBD, Kalangan Anak-Anak Diklaim Paling Rentan

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 7 Mei 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi gambar nyamuk
Ilustrasi gambar nyamuk

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pamekasan terbilang masih cukup tinggi.

Indikasinya, hingga April 2026, dinas kesehatan (dinkes) sudah mencatat sebanyak 185 warga terjangkit penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin mengatakan, data yang dimiliki institusinya tersebut merupakan laporan dari masing-masing puskesmas yang tersebar di 13 kecamatan.

Kasus tertinggi tercatat di Puskesmas Sopaah, Kecamatan Pademawu 28 kasus. Kemudian, Puskesmas Kadur 24 kasus dan Puskesmas Teja sebanyak 17 kasus.

Baca Juga: Pemeliharaan Jalan Berkala, Dinas PUPR Pamekasan Sediakan Rp 10,7 Miliar

”Dari 185 kasus, satu di antaranya dilaporkan berujung pada kematian,” ucap Saifudin.

Selain itu, lanjut dia, kelompok usia anak-anak menjadi yang paling terdampak dalam persebaran DBD tahun ini.

Data menunjukkan mayoritas penderita berada pada rentang usia 5 hingga 14 tahun dengan total kasus 83 orang.

”Anak pada usia di bawah satu tahun yang terjangkit sebanyak 6 orang, usia 2–4 tahun sebanyak 28 orang, usia 15–44 tahun sebanyak 49 orang, dan usia di atas 45 tahun sebanyak 18 orang,” ungkapnya.

Saifudin mengaku, peningkatan jumlah kasus yang terdeteksi sejak awal tahun itu tetap menjadi perhatian serius institusinya.

Langkah utama yang dilakukan adalah pengendalian melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan gerakan 3M Plus. 

Yakni menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas, serta menanam tanaman pengusir nyamuk atau memelihara ikan pemakan jentik serta segala bentuk kegiatan pencegahan lain untuk menghindari gigitan nyamuk.

Baca Juga: Keluarga Korban Minta Ekshumasi, Atas Kematian Anggota TNI AL yang Dianggap Tak Wajar

”Penyakit ini bisa dikendalikan jika vektornya, yaitu nyamuk Aedes aegypti, dikendalikan. Kami sangat mengharapkan keterlibatan semua pihak,” tegasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Maltuful Anam meminta dinas terkait terus meningkatkan intensitas sosialisasi kepada masyarakat.

Terutama terkait langkah pencegahan mengingat kasus penyakit tersebut masih berpotensi meningkat.

”Selain itu, layanan kesehatan juga harus siap, penanganan harus cepat. Jangan sampai masyarakat sudah sadar berobat, tetapi fasilitas dan layanannya belum optimal,” pungkasnya. (lil/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#kasus tertinggi #kelompok usia anak-anak #dbd #Pademawu #demam berdarah