Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Melihat Lomba Sound Balap di Kecamatan Waru, Pamekasan, Jadi Sarana Edukasi, Jangkauan Suara Terdengar Dua Kilometer

Hera Marylia Damayanti • Senin, 4 Mei 2026 | 15:22 WIB
JADI TONTONAN: Warga melihat lomba sound balap di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, Minggu (3/5). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
JADI TONTONAN: Warga melihat lomba sound balap di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, Minggu (3/5). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.idSuara dentuman musik terdengar nyaring dari tanah lapang di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, Minggu (3/5).

Sebanyak 35 tumpukan sound berjejer disusun rapi. Pemilik sound tersebut berasal dari berbagai wilayah di empat kabupaten di Madura. 

Bahkan, peserta lomba sound balap tersebut ada yang dari luar Pulau Garam, seperti Sidoarjo, Gresik, hingga Tulungagung.

Perangkat sound yang dibawa peserta tampak kecil. Namun, saat dinyalakan, kekuatan suaranya tak sekecil ukuran sound yang terlihat di lapangan.

Dentuman bas menghentak dan membuat telinga berdenging jika berdiri terlalu dekat saat dinyalakan.

Sebagian penonton memilih mundur beberapa meter, menikmati sensasi suara dari jarak aman.

Ada juga yang sengaja mendekat untuk sekadar menikmati alunan musik yang keluar dari sound itu.

Ketua panitia Baitur Rahman mengatakan, lomba ini merupakan bagian dari kegiatan Go Slides 3.0 yang digelar SMK Putra Bangsa Waru.

Kegiatan tersebut tidak sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi bagi siswa, khususnya yang mengambil jurusan teknik audio video.

”Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan kepada siswa bahwa penerapan sound mini di lapangan seperti ini. Ini juga menjadi daya tarik bagi calon peserta didik bahwa di sekolah kami ada jurusan yang berkolaborasi langsung dengan pemilik sound di berbagai wilayah Madura,” katanya.

Penanggung jawab lapangan, Ahmadi menambahkan, spesifikasi sound yang digunakan peserta tidak jauh berbeda dengan sound yang berukuran besar.

Baik power hingga build up, dan sebagian komponen bisa digunakan untuk perangkat ukuran besar.

”Bedanya hanya di ukuran. Tapi untuk spek, hampir sama. Memang kami sengaja membuka kelas mini supaya lebih fleksibel dan bisa menjangkau lebih banyak pehobi sound,” imbuhnya.

Dia memperkirakan, jangkauan suara sound mini dalam lomba tersebut bisa mencapai 1,5 hingga 2 kilometer, bergantung kondisi lingkungan. Ahmadi berharap komunitas sound mini semakin berkembang dan solid.

ANTUSIAS: Pengunjung berada di sekitar area lomba sound balap di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, Minggu (3/5). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
ANTUSIAS: Pengunjung berada di sekitar area lomba sound balap di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, Minggu (3/5). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

 

”Untuk teman-teman pencinta sound mini, semoga makin semangat untuk berbenah, baik dari segi produksi dan lainnya. Harapannya, komunitas ini semakin kuat,” harapnya.

Peserta lomba Hanim Tri Wahono mengungkapkan, butuh effort besar untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Peserta asal Sidoarjo itu sudah beberapa kali mengikuti event serupa, termasuk di Madura.

”Di Madura ini sudah yang ketiga kali saya ikut. Memang butuh persiapan, apalagi soal sumber daya,” ungkapnya.

Hanim menyatakan, kendala teknis di lapangan terkadang begitu terasa. Namun, hal itu menjadi tantangan tersendiri dan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia sound balap.

”Jadi tantangannya tetap ada. Soal sound mini dan besar, tidak ada bedanya, hanya ukuran saja. Komponen di dalamnya juga sama, termasuk perawatannya,” jelasnya.

Dia berharap kompetisi sound semakin sering digelar agar eksistensi sound mini tidak meredup. Dia sendiri mengaku sudah bergelut di dunia sound sejak 2020.

Bagi Hanim, setiap dentuman yang dihasilkan bukan sekadar suara, melainkan hasil dari proses panjang yang penuh eksperimen. (afg/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#omba sound balap #SMK Putra Bangsa Waru #sarana edukasi #komunitas sound mini #kecamatan waru