PAMEKASAN, RadarMadura.id – Calon jemaah haji (CJH) asal Pamakeasan yang akan berangkat tahun ini ada 1.385 orang.
Namun, 782 CJH masuk kategori risiko tinggi (risti). Sehingga, dibutuhkan perawatan dan pendampingan khusus dari petugas kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Saifudin menyatakan, 56,46 persen CJH risti itu didominasi jemaah lanjut usia dan memiliki penyakit penyerta. Seperti hipertensi, diabetes militus (DM), dan gangguan jantung.
Sehingga, mereka membutuhkan pemantauan secara berkala.
Baca Juga: Kejari Sampang Klaim Temukan 4–6 Proyek Gagal Konstruksi
”Risti berat ada 163 jemaah, risti sedang 179 jemaah, dan risti ringan 440 jemaah. Tim kesehatan puskesmas tetap memantau yang risti berat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (KHU) Pamekasan Abdul Halim menyatakan, semua CJH sudah mengikuti pemeriksaan kesehatan secara ketat sesuai prosedur yang berlaku.
Sehingga, dapat dipastikan para jemaah yang masuk daftar keberangkatan telah mengantongi surat istithaah haji.
”Nanti setiap kloter ada dua orang petugas kesehatan yang mendampingi. Selain itu ada petugas hajinya juga,” ungkapnya.
Pemetaan jemaah haji risti dan non-risti dilakukan sebagai langkah antisipasi. Tujuannya, untuk memastikan pelayanan kesehatan lebih optimal.
Melalui pemetaan tersebut, petugas dapat melakukan pemantauan sejak sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji.
Baca Juga: Chery QQ Comeback Jadi Mobil Listrik Murah, Jarak Tempuh 400 Km dan Siap Masuk Indonesia Tahun Ini
”Sehingga kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga dan potensi gangguan kesehatan dapat diminimalkan. Imbauan kami kepada para CJH, ikuti arahan petugas kesehatan dan jaga kesehatan,” pungkasnya.
Halim menambahkan, ribuan jemaah Pamekasan tersebut terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter).
Yaitu kloter 73, 74, 75, dan 76. Sementara seluruh persiapan telah rampung seratus persen.
Saat ini para jemaah hanya tinggal menunggu jadwal resmi pelepasan serta pemberangkatan menuju embarkasi sebelum bertolak ke Tanah Suci.
”Untuk jadwal pelepasan kami masih menunggu hasil koordinasi dengan pemkab. Adapun jadwal masuk ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya, insyaallah Minggu (10/5),” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti