PAMEKASAN, RadarMadura.id - Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) bagi penerima program keluarga harapan (PKH) dan bantuan sembako di Pamekasan terus didorong.
Terdapat 150 keluarga penerima manfaat (KPM) yang diproyeksikan graduasi mandiri tahun ini.
Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) PKH Pamekasan Lukman Hakim menyatakan, ratusan KPM yang dilakukan verifikasi merupakan hasil pemetaan atau mapping dari para pendamping di lapangan.
Target prioritasnya adalah KPM potensial dan semangat untuk berwirausaha.
”Setiap pendamping ditargetkan mampu melakukan advokasi hingga sedikitnya sepuluh KPM, dan berhasil graduasi setiap tahunnya,” ungkap Lukman.
Bantuan PPSE diberikan dalam bentuk sarana usaha dengan nilai hingga Rp 5 juta. Intervensi ini disesuaikan dengan keterampilan dan potensi masing-masing KPM.
Mulai dari alat menjahit, perlengkapan toko kelontong, hingga peralatan memasak bagi pelaku usaha kecil seperti pedagang gorengan.
”Program ini memiliki sejumlah syarat, di antaranya penerima telah terdaftar sebagai KPM PKH lebih dari lima tahun serta berada pada usia produktif,” ujarnya.
Pelaksanaan PPSE menunjukkan tren positif sejak diluncurkan 2023. Buktinya, pada 2025, sudah ada 450 KPM di Kota Gerbang berhasil melakukan graduasi mandiri dari program bantuan sosial.
Sementara itu, jumlah usulan yang masuk mencapai 1.850 proposal.
Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ismail mengaku sangat mendukung hadirnya program PPSE. Sebab, program itu memiliki peran strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Oleh karena itu, pihaknya menekankan supaya proses verifikasi dilakukan secara ketat, tepat sasaran, dan transparan.
”Harapan kami pendampingan yang dilakukan PKH terus berkelanjutan. Setelah menerima bantuan, harus terus dipantau sehingga KPM tidak jatuh lagi ke garis kemiskinan,” pesannya. (lil/jup)
Editor : Amin Basiri