PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemkab Pamekasan mulai menyiapkan langkah serius untuk menekan angka kenakalan remaja melalui penguatan pembinaan mental dan spiritual generasi muda.
Salah satu upaya yang tengah digagas adalah pembentukan tim khusus di luar struktur pemerintahan.
"Semacam kaki tangan bupati di tingkat desa yang tidak melalui jalur Kades," ucap Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman.
Menurutnya, setiap desa direncanakan memiliki perwakilan yang dipercaya untuk memantau perkembangan sosial masyarakat, khususnya perilaku remaja.
Baca Juga: Korban Tuding Tersangka Ingin Lepas dari Jeratan Hukum
Bupati ingin mendengar langsung laporan dari tokoh masyarakat apabila mulai muncul gejala kenakalan remaja, geng pelajar, maupun perilaku menyimpang lainnya.
"Misalnya jika wilayah desanya luas, bisa sampai tiga tokoh. Kami akan mencari tokoh yang disegani untuk menjadi informan, penyampai informasi kepada bupati ketika di desa terjadi sesuatu," ujarnya.
Menurutnya, pendekatan ini dilakukan bukan semata-mata untuk penindakan, tapi juga pembinaan secara persuasif.
Sehingga, pengawasan terhadap generasi muda menjadi lebih cepat, responsif, dan menyentuh akar persoalan di lingkungan masing-masing desa.
"Ini bukan untuk menciptakan iklim kompetitif di tingkat pemerintah desa, tapi bagaimana sama-sama saling melengkapi," tegasnya.
Orang nomor satu di Kota Gerbang Salam itu menilai, penguatan mental dan spiritual menjadi kunci utama dalam membangun karakter generasi muda.
Baca Juga: Pemkab Pamekasan Klaim Realisasi Program Prioritas Makin Baik
Selain itu, pembinaan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau keluarga, tetapi harus dilakukan secara kolektif.
"Sehingga seluruh elemen masyarakat ikut berperan dan sekaligus memberikan teladan positif bagi anak-anak dan remaja agar tidak terjerumus pada perilaku negatif," pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri