Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

AKI dan AKB di Pamekasan Masih Tinggi, Dewan Akan Panggil Semua Faskes

Amin Basiri • 2026-03-20 09:00:53
TEGAS: Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur saat doorstop dengan awak media di Pendopo Ronggosukowati.
TEGAS: Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur saat doorstop dengan awak media di Pendopo Ronggosukowati.

PAMEKASAN, RadarMadura.id– Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Pamekasan masih tinggi.

Selama 2025, terdapat 11 AKI dan 56 kasus AKB di Kota Gerbang Salam. 

Sementara selama 2026, ada lima kasus AKI dan AKB yang tersebar di sejumlah faskes.

Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur menyatakan, AKI dan AKB masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.

Baca Juga: Pelayanan Kesehatan Tetap Maksimal selama Lebaran

Terutama dari pemerintah daerah maupun dari berbagai faskes yang tersebar di 13 kecamatan.

”Tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Harus ada kajian yang serius secara bersama-sama untuk mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya kematian ibu dan anak ini,” ungkap Ali.

Kasus AKI dan AKB harus ditekan melalui berbagai langkah. Mulai dari peningkatan pelayanan kesehatan, penguatan sistem rujukan medis, peningkatan kualitas SDM, hingga memperkuat edukasi kepada masyarakat.

”Dari sejumlah kasus yang terjadi, penyebab kematian ibu masih didominasi oleh hipertensi dan perdarahan. Karena itu, tenaga kesehatan (nakes) harus paham rekam medis pasien sebelum proses persalinan,” ujarnya.

Ali menyebut DPRD Pamekasan berencana memanggil seluruh pengelola faskes untuk koordinasi dan melakukan evaluasi menyeluruh.

Tujuannya, untuk meningkatkan layanan sehingga AKI dan AKB di Pamekasan ke depan dapat ditekan.

”Kami meminta pemerintah kabupaten, khususnya dinas kesehatan (dinkes) untuk mengambil langkah konkret. Karena keselamatan ibu dan anak, indikator penting dalam pembangunan sektor kesehatan di daerah,” sebutnya.

Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin mengeklaim telah berusaha secara maksimal untuk menekan AKI dan AKB.

Baca Juga: PABSI Sumenep Belum Seleksi Atlet Kujurprov

Yakni, dengan menggerakkan tenaga puskesmas untuk memastikan ibu melahirkan dalam kondisi aman.

”Kondisi ini memang tidak bisa dianggap sepele. Kami tidak ingin ada lagi ibu dan bayi yang kehilangan nyawanya. Tentunya, kami akan memaksimalkan upaya-upaya agar ibu dan anak bisa mendapatkan layanan yang terbaik,” pungkasnya. (lil/jup) 

Editor : Amin Basiri
#dinkes #pamekasan #AKB #aki