Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Polisi Musnahkan Sisa Petasan  Empat Kali Ledakan di Area Persawahan

Amin Basiri • Kamis, 19 Maret 2026 | 16:58 WIB
PASCA LEDAKAN: Polisi melakukan disposal sisa-sisa bahan petasan di Dusun Secang, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Selasa (17/3).
PASCA LEDAKAN: Polisi melakukan disposal sisa-sisa bahan petasan di Dusun Secang, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Selasa (17/3).

PAMEKASAN, RadarMadura.id– Aparat kepolisian bergerak cepat pasca ledakan petasan di Dusun Sajum, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan.

Sisa bahan peledak langsung dimusnahkan untuk mencegah potensi bahaya lanjutan, Selasa (17/3) siang.

Pemusnahan dilakukan di area persawahan di Dusun Secang, Desa Plakpak Kecamatan Pegantenan, yang jauh dari permukiman warga.

Langkah itu diambil demi menjamin keamanan masyarakat sekitar dari risiko ledakan susulan.

Tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur diterjunkan untuk melakukan disposal bahan peledak jenis mercon yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Proses pemusnahan dilakukan secara bertahap.

Sebanyak 26 petasan rakitan berdiameter sekitar 20 sentimeter dimusnahkan dengan empat kali ledakan. Setiap tahap peledakan diberi jeda sekitar 20 menit untuk memastikan proses berjalan aman dan terkendali.

Dentuman keras dari proses disposal itu sempat menarik perhatian warga. Puluhan warga terlihat menyaksikan dari jarak aman saat petasan dimusnahkan oleh tim penjinak bahan peledak (jihandak).

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Yoyok Hardianto mengaku bahwa polisi mengambil langkah cepat.

Hal itu dilakukan sebagai bagian dari sterilisasi lokasi kejadian usai insiden ledakan yang melukai lima pemuda sehari sebelumnya.

”Kami bergerak cepat melakukan sterilisasi TKP dan telah dilakukan pemusnahan sisa bahan petasan oleh Tim Gegana Polda Jawa Timur. Kami mengimbau masyarakat untuk menjauhi bahan berbahaya seperti ini demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Sekadar diketahui, ledakan sebelumnya terjadi di rumah Rofik alias Rapik pada Senin (16/3) malam sekitar pukul 20.00.

Saat itu, para korban diduga tengah meracik bahan petasan di dalam rumah.

Akibat kejadian nahas tersebut, lima pemuda masing-masing Iqbal, 21; Robi, 17; Mahes, 16; Anam, 18; dan Uril, 15 mengalami luka-luka.

Selain itu, rumah milik Rofik juga mengalami kerusakan cukup parah.

Hingga kini, polisi masih terus melakukan penyelidikan. Sejumlah langkah telah dilakukan.

Mulai olah TKP bersama Unit Inafis, pendataan saksi dan korban, hingga penyisiran lokasi untuk memastikan tidak ada lagi sisa bahan peledak yang membahayakan warga. (afg/han)

Editor : Amin Basiri
#pamekasan #ledakan #mercon